312 Mahasiswa Turun ke Lapangan, Padang Rancak Award Sesi II Fokus Pemilahan Sampah Organik
Pemko Padang bersama LPPM Universitas Eka Sakti membuka Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award Sesi II 2026. Durasi penilaian diperpanjang 12 Juli hingga 1 Oktober 2026 dengan fokus pemilahan sampah organik untuk menekan emisi gas metan. Sebanyak 312 mahasiswa dari delapan fakultas diterjunkan menilai 3.456 RT di Kota Padang.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Eka Sakti (UNES) resmi membuka Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award (PRA) Sesi 2 Tahun 2026. Pembukaan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai I Universitas Eka Sakti, Sabtu (5/9/2026).
Pada sesi kedua ini, Pemko Padang menetapkan durasi pelaksanaan yang lebih panjang, yakni 12 Juli hingga 1 Oktober 2026. Penyesuaian jadwal tersebut bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus persiapan menghadapi penilaian Adipura.
Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, menjelaskan bahwa durasi lebih panjang diberikan agar pengurus RT dan Bank Sampah memiliki fokus matang dalam mengondisikan kebersihan lingkungan masing-masing. Menurutnya, fokus utama PRA kali ini dititikberatkan pada pemilahan sampah sisa makanan atau organik guna menekan emisi gas metan yang memicu perubahan iklim dan merusak lapisan ozon.
"Memilah sampah bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik dan benar. Diharapkan budaya bersih ini terus melekat, tidak hanya saat perlombaan berlangsung," ujar Fuad.
Untuk menilai secara komprehensif 3.456 RT di Kota Padang, sebanyak 312 mahasiswa UNES diterjunkan langsung ke lapangan. Fuad berpesan kepada para penilai muda tersebut agar mengedepankan etika, menjaga integritas, dan bersikap santun saat berinteraksi dengan warga.
Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP), Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide, S.H., M.Hum., saat membuka acara menekankan pentingnya pembentukan karakter dan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan PRA sangat vital dalam mengubah perilaku publik, bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kota Padang kepada UNES. Ia berharap program ini mampu mengedukasi warga sehingga beban anggaran pengolahan sampah pada APBD dapat ditekan seiring meningkatnya kesadaran mandiri masyarakat. Ia juga meminta seluruh mahasiswa yang bertugas di lapangan melaporkan hasil verifikasi secara jujur dan objektif kepada tim juri.
Ketua LPPM UNES, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., menyampaikan bahwa 312 mahasiswa yang dilibatkan berasal dari delapan fakultas, di antaranya Fakultas Fisipol, Ekonomi, Akuntansi, Hukum, Teknik, FKIP, Pertanian, dan Sastra. Seluruh mahasiswa dibekali coaching intensif selama dua hari, 5–6 September 2026, oleh tim teknis DLH dan Tim Juri PRA.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0