Langit Pontianak Berubah Kuning Kecokelatan, BMKG Ungkap Penyebab dan Jarak Pandang Anjlok

BMKG menjelaskan langit Pontianak yang tampak kuning kecokelatan akibat asap karhutla dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer. Jarak pandang di Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak tercatat hanya sekitar 1 kilometer, sementara citra satelit mendeteksi sebaran asap hingga melintasi perbatasan ke Sarawak, Malaysia.

Sep 29, 2026 - 20:03
Sep 29, 2026 - 20:03
 0
Langit Pontianak Berubah Kuning Kecokelatan, BMKG Ungkap Penyebab dan Jarak Pandang Anjlok
Langit Pontianak Berubah Kuning Kecokelatan, BMKG Ungkap Penyebab dan Jarak Pandang Anjlok

Langit di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tampak berwarna kuning kecokelatan pada Sabtu (29/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena itu berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Ahli meteorologi dan prakirawan cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, menjelaskan bahwa kondisi langit Pontianak yang terlihat kekuningan siang itu dipicu oleh keberadaan asap serta tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer. Pernyataan itu disampaikan Adinda berdasarkan hasil pemantauan BMKG Kalimantan Barat.

Hasil observasi Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak pada pukul 10.00 WIB menunjukkan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer. Kondisi tersebut diperkuat citra satelit Himawari-9 BMKG pada pukul 13.00 WIB yang mendeteksi sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat dengan pergerakan dominan ke arah barat laut hingga utara.

BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze atau asap lintas batas dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia. Menurut Adinda, asap di atmosfer dapat memengaruhi proses hamburan cahaya matahari sekaligus menurunkan jarak pandang.

Adinda menuturkan, asap dan partikel polusi udara membuat langit Pontianak tampak kekuningan. Cahaya yang sampai ke permukaan bumi pun dapat terlihat lebih redup dan berwarna kekuningan hingga jingga, sehingga suasana siang hari bisa tampak seperti menjelang sore. Kondisi itu sejalan dengan pemantauan PM2.5 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang menunjukkan konsentrasi partikulat cukup tinggi.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membagikan data jarak pandang di Kalimantan Barat per Jumat (28/8) sore. Stasiun Klimatologi Mempawah mencatat jarak pandang 500 meter pada pukul 17.00 WIB, Stasiun Meteorologi Supadio 1.000 meter, dan Stasiun Meteorologi Dwikora Pontianak 1.500 meter.

Data serupa juga tercatat di sejumlah stasiun lain. Pos meteorologi Paloh mencatat jarak pandang 2.000 meter, Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang 2.500 meter, Stasiun Meteorologi Nanga Pinoh Melawi 3.000 meter, Stasiun Meteorologi Pangsuma Kapuas Hulu 3.000 meter, Stasiun Meteorologi Singkawang 3.500 meter, dan Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang 6.000 meter.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap mewaspadai dampak asap karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas luar ruang. Penurunan jarak pandang juga berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan dan transportasi darat di wilayah Kalimantan Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0