BMKG Pastikan Kabut di Padang Bukan Uap Air, Diduga Kiriman dari Provinsi Tetangga

BMKG memastikan kabut yang menyelimuti Padang adalah kabut asap, bukan kabut meteorologis biasa. Kabut asap ini diduga kuat terbawa angin dari Riau, Jambi, Sumsel, dan Lampung. Data 2 September 2026 mencatat 23 titik hotspot di Sumbar, dengan kualitas udara hari ini berada pada kategori sedang.

Sep 29, 2026 - 16:02
Sep 29, 2026 - 16:02
 0
BMKG Pastikan Kabut di Padang Bukan Uap Air, Diduga Kiriman dari Provinsi Tetangga
BMKG Pastikan Kabut di Padang Bukan Uap Air, Diduga Kiriman dari Provinsi Tetangga

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global GAW Bukit Kototabang, Dr. Sugeng Nugroho, menegaskan bahwa kabut yang menyelimuti Kota Padang dalam beberapa hari terakhir merupakan kabut asap, bukan kabut meteorologis biasa. Menurutnya, perbedaan keduanya terletak pada asal partikel dan cara kabut itu hilang.

"Kalau kabut biasa itu uap air, kena matahari pagi langsung hilang. Kalau kabut asap, dia baru hilang kalau ada hujan lebat atau terbawa angin. Secara visual kalau kita lihat ke arah Bukittinggi masih keruh, berarti itu kabut asap," jelas Sugeng dalam acara Peta Isu Info Sumbar, Rabu (3/9/2026).

Sugeng menjelaskan bahwa kabut asap ini bersifat global dan dapat bertahan lama. Data per 2 September 2026 mencatat 23 titik hotspot di Sumatera Barat, dengan tiga titik berkategori kepercayaan tinggi yang tersebar di Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya.

Meski terdapat hotspot di wilayah Sumbar, Sugeng menduga sumber utama kabut asap bukan berasal dari dalam provinsi. "Kemungkinan besar dari Riau, Jambi, Sumsel, dan Lampung yang terbawa angin timuran. Kalau partikel sudah di ketinggian free level di atas 3000 feet, bisa terbawa jauh sampai lintas provinsi bahkan lintas negara," ujarnya.

Untuk hari ini, Kamis (3/9/2026), kualitas udara di Sumatera Barat diprakirakan berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 berkisar antara 15,5 hingga 55,5 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan adanya polutan di udara, meski belum masuk kategori berbahaya.

Sugeng juga mengungkapkan bahwa jaringan pengamatan kualitas udara yang terstandar masih terbatas di beberapa daerah, termasuk Kota Padang. Karena itu, BMKG mengandalkan analisis prakiraan model spasial untuk memantau sebaran polutan dan arah pergerakan asap di wilayah Sumatra.

Isu kabut asap yang melanda Sumbar dibahas secara lengkap dalam Talkshow Peta Isu bertema "Padang Diselimuti Kabut Asap: Kabut Biasa atau Ancaman Kualitas Udara?". Acara ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube @infosumbartv.

Selain menghadirkan Sugeng Nugroho, talkshow yang dipandu Pebri Anita Sari itu juga menghadirkan Perwakilan WALHI Sumbar, Tommy Adam, serta Praktisi Geographic Information System, Timtim Deby Purnasebta. Ketiganya memberikan informasi mengenai dampak, risiko, penanganan, dan mitigasi kabut asap di Kota Padang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0