LPPM Universitas Ekasakti Gelar Monev Penelitian Hibah BIMA 2026
LPPM Universitas Ekasakti melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penelitian hibah BIMA pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan penelitian berjalan sesuai rencana, memenuhi target luaran, serta memiliki manfaat dan potensi hilirisasi.
PADANG — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ekasakti melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penelitian hibah BIMA pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat perkembangan penelitian sekaligus memastikan ketercapaian target, luaran, penggunaan anggaran, serta potensi keberlanjutan hasil penelitian.
Ketua LPPM Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa penelitian merupakan salah satu unsur utama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.
Karena itu, Monev tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan administratif. LPPM menjadikannya sebagai instrumen pengendalian mutu untuk memastikan penelitian berjalan sesuai proposal, standar mutu, target luaran, jadwal, anggaran, dan ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, Monev mencakup sejumlah aspek, mulai dari substansi penelitian, kemajuan kegiatan, penggunaan anggaran, ketercapaian luaran, kendala yang dihadapi peneliti, hingga potensi hilirisasi dan tindak lanjut hasil penelitian.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi penelitian yang berpotensi menghasilkan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, prototipe, produk, teknologi maupun bentuk hilirisasi lainnya. Selain itu, hasil Monev diharapkan dapat menjadi dasar pemberian rekomendasi perbaikan serta penguatan tata kelola penelitian di Universitas Ekasakti.
Pada Monev kali ini, terdapat tiga judul penelitian yang dievaluasi oleh reviewer Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, MS. Penelitian pertama berjudul Model Smart-Circular Supply Chain: Revaluasi Residu Karaginan Melalui Integrasi Digital Twin Untuk Ketahanan Pangan dengan skema penelitian Fundamental.
Penelitian tersebut diketuai Dr. Leffy Hermalena, S.Pi., M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Rika Ampuh Hadiguna dari Teknik Industri UNAND, Prof. Dr. Nita Yessirita dari THP UNES, Prof. Dr. Novizar Nazir dari Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UNAND, serta mahasiswa Sufenda Putra dan Intan Safitri.
Penelitian kedua berjudul Model Permukiman Tradisional Minangkabau di Kawasan Tigo Baleh Bukittinggi untuk Mitigasi Multi Hazard Berbasis Analisis Vulkano-Hidrometeorologis. Penelitian dengan skema Fundamental tersebut diketuai Rika Cheris, S.T., M.T., dengan melibatkan peneliti dan mahasiswa dari sejumlah bidang keilmuan.
Sementara itu, penelitian ketiga berjudul Reka Model Building Information Modelling (BIM) dalam Perencanaan dan Pengelolaan Infrastruktur Tangguh Bencana di Kota Padang dengan skema Dosen Pemula. Penelitian ini diketuai Zelmi Sriyolja, Ph.D., dengan anggota Rozza Linda, Merry Thressia, dan Koko Vernando serta mitra PT Multi Guna Engineering Konsultan.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing tim peneliti diberikan kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan penelitiannya selama maksimal 15 menit. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama reviewer untuk membahas kemajuan penelitian, capaian luaran, kendala, serta aspek lain yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan penelitian.
Monev penelitian tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa Monev bukan sekadar kegiatan untuk memeriksa kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan proposal, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan investasi universitas di bidang penelitian menghasilkan proses, luaran, dan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, pelaksanaan Monev perlu dilakukan secara objektif, transparan, konstruktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Penilaian juga diharapkan tidak berhenti pada pemberian angka, tetapi disertai masukan akademik yang dapat membantu peneliti memperbaiki metodologi, luaran, administrasi maupun pengelolaan anggaran.
Rektor juga mendorong agar hasil penelitian dosen tidak berhenti pada laporan akhir. Hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, publikasi bereputasi, buku atau bahan ajar, kekayaan intelektual, prototipe, teknologi tepat guna, produk inovasi, rekomendasi kebijakan hingga solusi bagi masyarakat dan dunia usaha.
Lebih jauh, Universitas Ekasakti mendorong setiap dosen memiliki roadmap penelitian yang jelas. Dengan roadmap tersebut, penelitian diharapkan tidak berjalan secara sporadis, tetapi menjadi bagian dari perjalanan akademik dosen, kelompok keilmuan, program studi, fakultas hingga roadmap penelitian universitas.
Arah pengembangan penelitian tersebut mencakup proses yang berkelanjutan, mulai dari penelitian dasar menuju penelitian terapan, pengembangan prototipe atau inovasi, validasi, kerja sama dengan mitra hingga kemungkinan hilirisasi. Pola ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan penelitian sekaligus membangun klaster dan keunggulan riset Universitas Ekasakti.
Dalam pelaksanaan Monev, peneliti juga didorong terbuka menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian. Apabila terdapat hambatan, LPPM diharapkan dapat menjadi ruang untuk mencari solusi bersama sebelum persoalan tersebut berlanjut hingga tahap laporan akhir.
Hasil Monev selanjutnya diharapkan menjadi dasar tindak lanjut yang nyata melalui siklus Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi bagian dari proses perbaikan penelitian pada periode berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, LPPM Universitas Ekasakti terus mendorong terbentuknya budaya penelitian yang berorientasi pada mutu, integritas, relevansi, produktivitas luaran, serta dampak bagi masyarakat. Penguatan kolaborasi antara universitas, LPPM, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, reviewer, dan mitra menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem penelitian di Universitas Ekasakti.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0