BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang hingga Lebat di 16 Wilayah
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat untuk 16 wilayah Indonesia pada 29-31 Juli 2026. Wilayah tersebut tersebar dari Aceh hingga Papua. Tidak ada wilayah berstatus Siaga atau Awas. Angin kencang berpotensi terjadi di enam wilayah. Meski El Nino kuat menyebabkan kondisi kering dominan, hujan lokal masih mungkin terjadi karena aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk periode 29 hingga 31 Juli 2026.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa 16 wilayah berstatus Waspada, yang berarti berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang berstatus Awas, yaitu kategori untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah. Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang adalah Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Peringatan ini dikeluarkan di tengah dominasi kondisi kering yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Indikator tersebut menunjukkan El Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi semakin menguat dan dapat menghambat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa peluang terjadinya hujan masih ada di beberapa wilayah. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia, serta keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian Sumatra, diprediksi mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina dan utara Papua Nugini. Sistem tersebut dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertemuan serta penumpukan massa udara, sehingga meningkatkan potensi hujan di sekitarnya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah perairan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini dapat memicu kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut.
Meski kondisi kering diprakirakan masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi, terutama di wilayah yang dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta daerah konvergensi dan konfluensi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0