Model AI dari Unand untuk Optimalkan Potensi Kognitif Anak Sejak Pra-Konsepsi

Doktor Universitas Andalas, dr. Ulya Uti Fasrini, mengembangkan model prediksi berbasis AI untuk mengoptimalkan potensi kognitif anak sejak pra-konsepsi. Penelitiannya melibatkan 120 pasangan ibu-anak di Sumatera Barat dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci seperti nutrisi ibu, pertumbuhan anak, dan pengasuhan. Model ini menjadi dasar platform digital ULYA untuk mendampingi keluarga.

Aug 4, 2026 - 00:04
Aug 4, 2026 - 08:55
 0
Model AI dari Unand untuk Optimalkan Potensi Kognitif Anak Sejak Pra-Konsepsi
Model AI dari Unand untuk Optimalkan Potensi Kognitif Anak Sejak Pra-Konsepsi

Universitas Andalas (Unand) melahirkan doktor baru di bidang kesehatan masyarakat. dr. Ulya Uti Fasrini, M.Biomed, berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat Sangat Memuaskan dalam Sidang Promosi yang digelar di Aula Dr. M. Syaaf pada Kamis, 30 Juli 2026. Disertasi tersebut mengangkat topik pengembangan model kecerdasan buatan untuk memprediksi dan mengoptimalkan potensi kognitif anak.

Sidang dipimpin oleh Dr. dr. Nelmi Silvia, Sp.Ok., MKK., FISCH., FISCM, dengan promotor Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, M.Sc., Ph.D., Sp.GK(K), serta ko-promotor dr. Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp.FOMC dan Dr. dr. Joserizal Serudji, Sp.OG., Subsp.KFM. Tim penguji berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk kesehatan masyarakat, gizi, kesehatan anak, psikologi, dan rekayasa kecerdasan buatan.

Penelitian yang dilakukan dr. Ulya berjudul "Model Prediksi Skala Penuh Intelligence Quotient Anak Usia 6–8 Tahun pada Lima Kota/Kabupaten di Sumatra Barat". Studi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bahwa program kesehatan anak di Indonesia selama ini lebih fokus pada deteksi gangguan setelah masalah muncul, padahal perkembangan otak sudah dimulai sejak sebelum kelahiran. Oleh karena itu, ia mengembangkan model berbasis AI untuk membantu keluarga memahami dan mengoptimalkan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif sejak masa pra-konsepsi hingga usia sekolah.

Studi longitudinal ini melibatkan 120 pasangan ibu dan anak di lima kota/kabupaten di Sumatra Barat. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menilai faktor secara terpisah, riset ini mengintegrasikan kondisi biologis ibu, status gizi, kualitas pengasuhan, pertumbuhan anak, dan lingkungan keluarga ke dalam satu model prediktif berbasis Machine Learning. Dengan algoritma Ridge Regression, model tersebut mampu menjelaskan sekitar 57,82 persen variasi kapasitas kognitif anak. Pendekatan Explainable Artificial Intelligence dengan metode SHAP juga digunakan untuk menunjukkan secara transparan faktor-faktor yang paling berpengaruh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kognitif anak merupakan akumulasi berbagai faktor sepanjang siklus kehidupan. Faktor-faktor yang paling berkontribusi meliputi nutrisi ibu pada trimester pertama kehamilan, pertumbuhan linier anak, pertumbuhan lingkar kepala, kondisi sosial ekonomi keluarga, efikasi diri orang tua, dan kehangatan dalam pengasuhan. Temuan ini menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Menurut dr. Ulya, selama ini fokus lebih banyak pada menemukan masalah ketika anak sudah menunjukkan keterlambatan perkembangan. Padahal, banyak faktor yang bisa dioptimalkan jauh lebih awal. Ia berharap kecerdasan buatan dapat menjadi sahabat bagi keluarga Indonesia untuk memahami, mendampingi, dan mengoptimalkan potensi setiap anak sejak awal kehidupan, bukan untuk memberi label atau menghakimi kemampuan mereka.

Penelitian ini menjadi fondasi ilmiah bagi pengembangan platform digital bernama ULYA (Utamakan Langkah Optimalisasi Generasi Hebat Berdaya). ULYA dirancang untuk mendampingi keluarga sejak masa pra-konsepsi hingga anak berusia delapan tahun. Berbeda dengan aplikasi kesehatan yang umumnya berorientasi pada deteksi risiko, ULYA dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu orang tua memantau pertumbuhan anak secara longitudinal, memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif, serta memperoleh edukasi dan rekomendasi promotif yang dipersonalisasi.

Konsep hilirisasi penelitian ini mendapat apresiasi dari tim penguji. Mereka menilai riset ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai inovasi yang menjembatani temuan ilmiah dengan implementasi nyata di masyarakat. Dengan demikian, Universitas Andalas kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan pembangunan kesehatan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0