Titik Demo 27 Agustus 2026 Jakarta dan Makassar, Ini Lokasi dan Tuntutannya
Demo 27 Agustus 2026 berlangsung di Jakarta dan Makassar. DPR menjadi pusat aksi di Jakarta, sementara Makassar mencatat 18 rencana demonstrasi.
JAKARTA — Sahkato — Aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) menjadi perhatian di sejumlah daerah. Berdasarkan informasi yang terkonfirmasi, Jakarta dan Makassar menjadi dua kota yang memiliki agenda unjuk rasa dengan titik, kelompok peserta, dan tuntutan yang berbeda.
Di Jakarta, konsentrasi massa berada di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Salah satu isu utama yang dibawa adalah desakan agar Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset segera disahkan.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, kepolisian menerima informasi mengenai 18 rencana aksi demonstrasi yang tersebar di sejumlah lokasi sejak pagi hingga siang hari.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas di sekitar titik demonstrasi diminta memperhatikan perkembangan situasi, terutama terkait kemungkinan perubahan arus lalu lintas maupun kepadatan di sekitar lokasi aksi.
Sekitar 500 Massa Diperkirakan Bergerak ke DPR
Polda Metro Jaya menyebut hingga Rabu (26/8/2026) telah menerima pemberitahuan aksi dari dua kelompok, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Masyarakat Putih (AMP).
Berdasarkan pemberitahuan yang diterima kepolisian, massa diperkirakan berjumlah sekitar 500 orang dengan konsentrasi kegiatan di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kepolisian masih menunggu pemberitahuan dari kelompok lain yang berencana menyampaikan aspirasi.
“Nah, ini juga kami kan juga harus melihat, sampai dengan hari ini kita masih menunggu surat pemberitahuan yang masuk,” ujar Budi, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, data mengenai kelompok dan jumlah peserta dibutuhkan sebagai dasar kepolisian dalam menghitung kebutuhan personel pengamanan.
Pengamanan tidak hanya ditujukan untuk memastikan demonstrasi berlangsung tertib, tetapi juga menjaga aktivitas masyarakat lainnya agar tetap berjalan.
Kegiatan sekolah, transportasi, pusat perdagangan hingga aktivitas ekonomi menjadi bagian yang diperhitungkan dalam skema pengamanan.
Polisi Ingatkan Warga Waspadai Informasi Menyesatkan
Menjelang aksi, Polda Metro Jaya juga meminta masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial.
Kepolisian menyoroti potensi beredarnya disinformasi, provokasi, fitnah hingga informasi yang tidak menggambarkan kejadian sebenarnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak bermain media sosial. Karena semakin hari ini kita lihat makin banyak disinformasi, fitnah, provokasi, isu-isu yang menyesatkan,” kata Budi.
Masyarakat diminta melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi dan menggunakan kanal resmi untuk mendapatkan perkembangan mengenai situasi keamanan.
Polisi menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat tetap dilindungi. Namun peserta aksi diminta menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum.
Massa Pati Bawa Dua Tuntutan
Salah satu kelompok yang memastikan hadir di depan Gedung DPR RI adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan kelompoknya datang ke Jakarta dengan dua tuntutan utama, yakni mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan meminta penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Ia menegaskan kedatangan kelompok tersebut bukan untuk membuat kerusuhan.
“Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” kata Botok.
Botok juga menyatakan aksi tersebut tidak membawa agenda untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut dia, massa akan berfokus menyampaikan aspirasi di depan DPR RI.
Tuntutan mengenai RUU Perampasan Aset sebelumnya juga telah disampaikan kelompok tersebut dalam aksi di Kabupaten Pati pada 13 Agustus 2026.
Makassar Catat 18 Rencana Demonstrasi
Situasi berbeda terjadi di Makassar. Berdasarkan informasi yang diterima Satuan Intelkam Polrestabes Makassar, terdapat 18 rencana aksi unjuk rasa di sejumlah titik pada Kamis (27/8/2026).
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai sekitar pukul 09.00 hingga 14.00 WITA, meski beberapa kelompok tidak mencantumkan waktu kegiatan.
Untuk mengantisipasi rangkaian demonstrasi itu, 1.425 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait disiagakan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad meminta masyarakat, terutama pengendara, menghindari titik yang menjadi lokasi demonstrasi apabila tidak memiliki kepentingan.
“Kami imbau masyarakat agar menghindari titik unras dan senantiasa menjaga agar Unras berlangsung kondusif,” ujar Jafar.
Berikut titik dan kelompok yang tercatat dalam rencana aksi:
- Pukul 09.00 Wita di Kantor sementara DPRD Provinsi Sulsel, Jalan AP Pettarani. Aksi FSPMI/KSPSI dengan sekitar 100 orang.
- Pukul 09.00 Wita di Polda Sulsel dan Lanud Hasanuddin Makassar. Aksi Dewan Pengurus Gerakan Mahasiswa Indonesia dengan sekitar 100 orang.
- Pukul 10.00 Wita di Kantor Gubernur Sulsel. Aksi Ahli Waris Sobrim Bustam dengan sekitar 150 orang.
- Pukul 10.00 Wita di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, dan Kantor Dispora Sulsel, Jalan Pajjayang GOR Sudiang. Aksi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Makassar dengan sekitar 80 orang.
- Pukul 10.00 Wita di Kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo. Aksi Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Anti Korupsi (AMMAK) dengan sekitar 80 orang.
- Pukul 11.00 Wita di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel dan Kejati Sulsel. Aksi Barisan Aktivis Mahasiswa (BARAK) dengan sekitar 50 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Polda Sulsel. Aksi Forum Mahasiswa Selayar (FORMAS) dengan sekitar 50 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Kantor BBWS Pompengan, Satker OP SDA dan Kejati Sulsel. Aksi Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAKS) dengan sekitar 30 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel. Aksi Pengurus Gerakan Mahasiswa Sulawesi dengan sekitar 80 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Rumah Makan Surya Manik, Jalan AP Pettarani Makassar. Aksi Serikat Mahasiswa Pecinta Rakyat (SMPR) dengan sekitar 50 orang.
- Pukul 13.00 Wita di M3 Gallery, Jalan AP Pettarani Makassar. Aksi SMPR dengan sekitar 50 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Kantor Dinas ESDM Sulsel, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Polda Sulsel. Aksi BADKO HMI Sulsel dengan sekitar 150 orang.
- Pukul 13.00 Wita di Polda Sulsel, Polresta Gowa dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Aksi Gerakan Garda Pemuda Indonesia dengan sekitar 70 orang.
- Pukul 13.00 Wita di pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan AP Pettarani dan bawah Jembatan Fly Over Makassar. Aksi Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia Koordinator Wilayah V dengan sekitar 100 orang.
- Pukul 14.00 Wita di RRI Kota Makassar dan Kantor Balaikota Makassar. Aksi Rakyat Sipil Bergerak dengan sekitar 20 orang.
- Tanpa keterangan waktu di Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Jalan Urip Sumoharjo. Aksi Aliansi Bara-Baraya Bersatu dengan sekitar 50 orang.
- Tanpa keterangan waktu di Bank Mandiri. Aksi HMI Cabang Makassar terkait solidaritas boikot Bank Mandiri.
- Tanpa keterangan waktu di Bank Mandiri. Aksi Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum terkait solidaritas boikot Bank Mandiri.
Sejumlah Titik Aksi di Makassar
Sejumlah lokasi yang masuk dalam agenda demonstrasi antara lain Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Polda Sulsel, Lanud Hasanuddin, Kantor Gubernur Sulsel, Kejati Sulsel, Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kantor Dinas ESDM Sulsel, Polrestabes Makassar, serta sejumlah ruas Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumoharjo.
Kelompok yang tercatat akan melakukan aksi juga beragam, mulai dari organisasi buruh, mahasiswa, kelompok masyarakat hingga organisasi kepemudaan.
Salah satu agenda terbesar berdasarkan estimasi jumlah peserta adalah aksi BADKO HMI Sulsel dengan sekitar 150 orang, serta aksi ahli waris Sobrim Bustam yang juga diperkirakan melibatkan sekitar 150 orang.
Sementara itu, FSPMI/KSPSI dijadwalkan melakukan aksi dengan sekitar 100 peserta di kantor sementara DPRD Provinsi Sulsel di Jalan AP Pettarani.
Beberapa kelompok lainnya membawa isu antikorupsi, persoalan pertanahan, lingkungan, pemerintahan hingga solidaritas terhadap isu tertentu.
Kapolda Sulsel: Kebebasan Berpendapat Tetap Dikawal
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang harus dijaga sepanjang dilakukan sesuai ketentuan.
“Kebebasan menyampaikan pendapat wajib kita jaga, wajib kita kawal ketika berada dalam aturan-aturan yang ada,” ujarnya.
Namun, kepolisian menegaskan tindakan seperti perusakan fasilitas umum, pembakaran, maupun perbuatan yang memenuhi unsur pidana akan ditindak sesuai ketentuan hukum.
“Kalau sudah melanggar aturan, tentu saja kita akan melakukan upaya-upaya pencegahan hingga penegakan hukum,” katanya.
Bagaimana Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Medan?
Informasi mengenai rencana demonstrasi juga beredar untuk sejumlah kota besar lainnya, termasuk Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan.
Namun berdasarkan data dalam sumber hingga berita tersebut disusun, belum terdapat konfirmasi yang cukup untuk memastikan berlangsungnya demonstrasi di kota-kota tersebut pada 27 Agustus 2026.
Dengan agenda aksi yang telah terkonfirmasi di Jakarta dan Makassar, masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi disarankan memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti informasi dari kanal resmi aparat maupun instansi terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)