BMKG: Puncak El Nino 2026 Berpotensi Melebihi Level Kuat

BMKG memprediksi puncak El Nino pada Desember 2026 atau Januari 2027 berpotensi melebihi level kuat. Indeks Nino 3.4 telah mencapai 1,56°C, melampaui ambang kuat. Fenomena ini berpotensi bertahan hingga awal 2027 dan berdampak pada musim kemarau di Indonesia, meskipun dampaknya bergantung pada kondisi laut di sekitar wilayah Indonesia.

Aug 6, 2026 - 03:51
Aug 6, 2026 - 11:27
 0
BMKG: Puncak El Nino 2026 Berpotensi Melebihi Level Kuat
BMKG: Puncak El Nino 2026 Berpotensi Melebihi Level Kuat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa puncak fenomena El Nino pada tahun 2026 berpotensi melampaui kategori kuat. Fenomena ini juga diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2027. Informasi tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa El Nino diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga kuartal pertama tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, fenomena ini akan berdampak signifikan terhadap Indonesia, terutama karena sejumlah wilayah akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melewati ambang batas kategori kuat. Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik menunjukkan indeks Nino 3.4 telah mencapai lebih dari 1,56 derajat Celsius, melampaui ambang kuat yang berada di atas 1,5 derajat Celsius.

Selain itu, di Samudra Hindia terpantau indeks negatif sebesar -0,38. Hal ini mengindikasikan peluang signifikan terjadinya fenomena Indian Ocean Dipole, yang biasanya terjadi bersamaan dengan El Nino dan dapat meningkatkan suhu global. BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027, dan fase puncak tersebut berpotensi melewati batas kategori kuat.

Ardhasena menegaskan bahwa dampak El Nino di Indonesia hanya terasa ketika bersamaan dengan musim kemarau. BMKG memperkirakan musim kemarau di Indonesia akan berakhir pada Oktober 2026. Namun, ia menekankan bahwa dampak El Nino sangat bergantung pada kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia, sehingga tidak serta-merta sama dengan kejadian El Nino sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada dua kejadian El Nino yang identik, baik dari segi kekuatan maupun dampaknya. Oleh karena itu, antisipasi dan adaptasi perlu dilakukan secara spesifik sesuai dengan kondisi saat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0