Pezeshkian Akui Iran Dihantam Banyak Persoalan Usai Sanksi Baru AS Dijatuhkan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui rakyatnya tengah menghadapi banyak masalah setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru untuk menekan perekonomian Iran. Pezeshkian menyebut Iran kini berada dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan skala penuh akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump, sementara gelombang protes akibat tekanan ekonomi terus membayangi.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
Pezeshkian Akui Iran Dihantam Banyak Persoalan Usai Sanksi Baru AS Dijatuhkan
Pezeshkian Akui Iran Dihantam Banyak Persoalan Usai Sanksi Baru AS Dijatuhkan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka mengakui bahwa masyarakat negaranya saat ini tengah bergulat dengan sejumlah persoalan besar. Pengakuan itu disampaikannya tak lama setelah Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi baru yang diarahkan untuk menekan dan mengisolasi perekonomian Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu, Pezeshkian menyatakan bahwa dirinya memahami beban yang dirasakan warga. "Saya memahami bahwa kita memiliki banyak masalah di masyarakat saat ini. Kami berusaha mencegahnya sebisa mungkin," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah AS bersumpah mewujudkan "keruntuhan" rezim Iran melalui kampanye sanksi baru. Langkah itu diumumkan sekitar enam bulan setelah dimulainya perang antara kedua negara.

Menanggapi hal itu, Pezeshkian menilai Iran kini tengah berada dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan skala penuh. Ia secara khusus menyebut peran Presiden AS Donald Trump dalam situasi tersebut.

Pezeshkian juga menyinggung keputusan AS yang memberlakukan sanksi keras terhadap Iran. "Dia mengatakan bahwa dia memberlakukan sanksi yang paling keras dan menakutkan terhadap Iran," kata Pezeshkian.

Di tengah tekanan itu, pemerintah Iran tercatat telah menghadapi sejumlah gelombang protes massal dalam beberapa tahun terakhir. Aksi-aksi tersebut umumnya dipicu oleh kesulitan ekonomi, termasuk inflasi dan fluktuasi nilai tukar yang menurunkan daya beli masyarakat.

Pada akhir Desember tahun lalu, protes yang awalnya dipicu kenaikan biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi besar yang turut menentang pemerintah. Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan tersebut, dan menuduh AS serta Israel sebagai dalang kekerasan. Sementara itu, sejumlah LSM yang berbasis di luar Iran menuding aparat melakukan penindakan tanpa pandang bulu yang menyebabkan ribuan orang tewas.

Pezeshkian menegaskan pemerintahnya berupaya memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat. "Kami berupaya dengan segenap hati untuk mengatasi inflasi, masalah mata pencaharian, pengangguran, dan untuk mengamankan masa depan rakyat, sehingga mereka dapat hidup dengan bermartabat dan bangga," tuturnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0