Kabut Asap Karhutla Kalimantan Bikin Udara Tak Sehat, Malaysia Tutup 108 Sekolah di Sarawak
Sebanyak 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia, ditutup karena kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Penutupan dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (API) melewati angka 200, dengan Tebedu dan Serian masuk kategori sangat tidak sehat. Murid diminta belajar di rumah, sementara Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan.
Kualitas udara di Sarawak, Malaysia, memburuk akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Indonesia. Dampaknya, sebanyak 108 sekolah di Serian, Sarawak, terpaksa ditutup karena Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) melampaui angka 200.
Komite Manajemen Bencana Sarawak menyatakan bahwa selama masa penutupan, para murid akan mengikuti pembelajaran dari rumah agar aktivitas belajar tidak terganggu. Kebijakan ini mengacu pada Rencana Aksi Kabut Asap Nasional yang berada di bawah yurisdiksi direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," demikian pernyataan resmi komite tersebut, dikutip Bernama, Rabu (12/8).
Dalam klasifikasi API Malaysia, angka 0-50 berarti kualitas udara sehat, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori bahaya. Komite mencatat kualitas udara di Sarawak terus memburuk sejak 1 Agustus.
Pada 12 Agustus pukul 16.00 waktu setempat, dua wilayah tercatat masuk kategori sangat tidak sehat, yakni Tebedu dengan API 212 dan Serian dengan API 202. Sementara itu, 11 wilayah lain seperti Miri, Lundu, Lubok Antu, Lawas, Samalaju, Samarahan, Kuching, Sri Aman, Sarikei, Sibu, dan Bintulu berada dalam kategori sedang.
Kabut asap dilaporkan menyebar ke tujuh wilayah di Sarawak. Menyikapi kondisi ini, Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks udara melebihi 100.
Kementerian juga menyarankan warga segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan. Selain itu, pengawasan terhadap penyakit terkait kabut asap akan diperketat.
Langkah penguatan juga dilakukan pada kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis. Penutupan sekolah dan imbauan kesehatan ini menjadi respons darurat atas memburuknya kualitas udara lintas negara akibat karhutla di Kalimantan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)