BMKG Peringatkan Hujan Lebat 15-17 Agustus, Cek 10 Wilayah yang Harus Waspada
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat dan angin kencang untuk periode 15-17 Agustus 2026. Sepuluh wilayah berstatus Waspada, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua. Tidak ada wilayah berstatus Siaga maupun Awas. El Nino sangat kuat dan IOD positif membuat curah hujan umumnya rendah hingga menengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15-17 Agustus 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan cuaca harian untuk Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG mencatat ada sepuluh wilayah yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan berstatus Waspada. Wilayah-wilayah itu meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah, yakni Aceh, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Meski demikian, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, dan tidak ada pula wilayah berstatus Awas atau berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi oleh El Nino dengan intensitas sangat kuat serta kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena ini menyebabkan berkurangnya suplai uap air sehingga atmosfer cenderung lebih kering.
"Untuk periode Agustus II hingga September I 2026, curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 14-20 Agustus 2026.
Wilayah dengan potensi curah hujan rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian, diprakirakan masih mencakup sebagian besar Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini menunjukkan potensi hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian ke depan.
Kendati demikian, BMKG menegaskan dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Berdasarkan model filter spasial MJO, aktivitas MJO dalam sepekan ke depan diprediksi berada di sebagian besar wilayah Sumatra serta sebagian Kalimantan bagian utara dan timur.
Selain MJO, Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan. Aktivitas kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif, terutama di wilayah yang juga mendapat dukungan faktor atmosfer lain seperti konvergensi angin dan labilitas atmosfer lokal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)