Iran Disebut Sudah Terima Undangan Gabung Pakta Makkah, Menlu Turki Buka Suara

Anggota Pakta Makkah dilaporkan mengundang Iran untuk bergabung. Klaim ini disampaikan Kepala Khaneh Mellat parlemen Iran, Mehdi Rahimi, yang menyebut Iran telah menerima undangan tersebut dan sedang meninjau. Kementerian Luar Negeri Iran belum memberi konfirmasi, sementara Menlu Turki menegaskan pakta itu tidak ditujukan untuk menyerang Iran maupun negara lain.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
Iran Disebut Sudah Terima Undangan Gabung Pakta Makkah, Menlu Turki Buka Suara
Iran Disebut Sudah Terima Undangan Gabung Pakta Makkah, Menlu Turki Buka Suara

Negara-negara anggota Pakta Makkah atau Mecca Agreement for Mutual Defence dikabarkan telah melayangkan undangan kepada Iran untuk bergabung dalam organisasi pertahanan tersebut. Kabar ini mencuat setelah Kepala Khaneh Mellat parlemen Iran, Mehdi Rahimi, menyampaikannya kepada media lokal Al Mayadeen pada Sabtu (22/8), yang kemudian dikutip FirstPost.

Menurut Rahimi, Iran telah menerima undangan itu dan saat ini tengah meninjau kemungkinan bergabung. Ia menilai langkah sejumlah negara kawasan yang mencari payung keamanan regional sebagai sebuah kemenangan bagi Teheran. Rahimi menegaskan Iran memang telah lama menyerukan gagasan tersebut.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan resmi terkait undangan yang disebut Rahimi tersebut. Hingga kini belum ada pernyataan yang menegaskan sikap resmi pemerintah Iran terhadap tawaran itu.

Pakta Makkah sendiri ditandatangani oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan pada 7 Agustus. Perjanjian ini menarik perhatian karena muncul di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain konteksnya, pakta ini juga menjadi sorotan karena memuat pasal yang mirip dengan Pakta Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Klausul tersebut menyebut bahwa agresi terhadap salah satu dari tiga negara anggota akan dianggap sebagai agresi terhadap ketiga anggota sekaligus.

Namun, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan perjanjian itu bukan dimaksudkan untuk menyerang Iran dan tidak ditujukan untuk menyerang negara mana pun. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran bahwa pakta tersebut berpotensi memperluas konflik di kawasan.

Sejumlah pengamat menilai kehadiran perjanjian tersebut justru menjadi bukti bahwa negara-negara kawasan tidak lagi ingin bergantung pada Amerika Serikat. Bagi mereka, langkah ini menandakan dominasi Washington di kawasan mulai melemah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0