Enam Bulan Perang AS-Israel vs Iran, Selat Hormuz Lumpuh dan Ribuan Pelaut Masih Terjebak di Teluk
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung hampir enam bulan membuat Selat Hormuz nyaris lumpuh. Lalu lintas kapal komoditas anjlok dari 95 menjadi sekitar 10 perlintasan per hari, sementara sekitar 6.000 pelaut dan 500 kapal masih terjebak di kawasan Teluk. IMO menyebut upaya evakuasi terhenti akibat serangan terhadap sebuah kapal.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki bulan keenam. Dampaknya terasa besar pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kini nyaris tidak bisa dilalui kapal-kapal komersial. Ribuan pelaut pun masih telantar di kawasan Teluk karena aktivitas pelayaran belum kembali normal.
Sebelum Iran memblokade selat tersebut sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel, sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia melewati perairan itu. Kini kondisi berbalik drastis. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan memperingatkan adanya zona bahaya seluas 1.400 kilometer persegi yang berpotensi dipasangi ranjau laut.
Sejak Iran menutup Selat Hormuz pada 1 Maret, lalu lintas kapal pengangkut komoditas merosot tajam. Rata-rata hanya 10 perlintasan per hari, jauh di bawah kondisi Februari yang mencapai 95 perlintasan harian. Situasi sempat membaik setelah gencatan senjata AS-Iran pada Juni, ketika lalu lintas naik menjadi 36 perlintasan per hari. Namun angka itu kembali turun menjadi rata-rata 15 perlintasan sejak pertempuran kembali pecah pada 8 Juli hingga 22 Agustus.
Perubahan juga terjadi pada rute pelayaran. Jika sebelumnya kapal melintas bebas melalui jalur tengah yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO), kini ada dua rute alternatif. Satu rute di utara dekat pantai Iran, dan satu lagi di selatan antara pantai Oman dan area yang berpotensi dipasangi ranjau. Pada periode tenang 17 Juni hingga 7 Juli, rata-rata sembilan kapal per hari memakai rute Iran dan delapan kapal memakai rute Oman, sementara sisanya melintasi jalur tak teridentifikasi atau koridor tradisional IMO.
IMO melaporkan sekitar 6.000 pelaut dan 500 kapal masih terjebak di kawasan Teluk. Organisasi itu menyatakan pembahasan terus berlangsung untuk memastikan jalur pelayaran yang aman, tetapi hasilnya sangat bergantung pada penurunan ketegangan di kawasan.
Pada Juni lalu, IMO sebenarnya telah memulai inisiatif evakuasi terhadap lebih dari 11 ribu pelaut yang terjebak di Teluk. Namun upaya tersebut terhenti setelah terjadi serangan terhadap sebuah kapal. Hingga kini, belum ada kepastian kapan Selat Hormuz dapat kembali dibuka secara normal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0