Jepang Dilanda Panas Ekstrem, Kulkas Manusia Laris Manis Meski Seharga Rp167 Juta
Gelombang panas ekstrem di Jepang memicu lonjakan permintaan Do Hiemon Box, bilik pendingin berjuluk kulkas manusia yang mampu menurunkan suhu tubuh pekerja dalam hitungan menit. Sejak April, lebih dari 300 unit terjual dengan harga sekitar Rp167 juta per unit, dipakai di lokasi konstruksi, pabrik, hingga gudang.
Gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang memunculkan solusi tak biasa bagi para pekerja di luar ruangan. Sebuah perangkat seukuran bilik telepon bernama Do Hiemon Box menawarkan cara cepat mendinginkan tubuh, yakni dengan semburan udara dingin yang mampu menurunkan suhu tubuh dalam hitungan menit. Alat yang dijuluki kulkas manusia itu baru diluncurkan tahun ini, tetapi langsung mendapat sambutan besar di pasar.
Distributor perlengkapan industri Trusco Nakayama mencatat lebih dari 300 unit Do Hiemon Box terjual sejak April. Harga satu unitnya mencapai 1,5 juta yen atau sekitar Rp167 juta. Pembeli utamanya berasal dari lokasi konstruksi, pabrik, dan gudang, meski perusahaan juga melihat peluang penggunaan di lapangan golf hingga stadion baseball.
Salah satu pengguna, Isao Tabuchi, pekerja gudang, mengaku sempat merasa pusing dan tidak enak badan setelah bersepeda ke tempat kerja di tengah cuaca panas. Ia lalu mencoba Do Hiemon Box yang baru dibeli perusahaannya. "Saya benar-benar bisa pulih berkat alat itu. Begitu menggunakannya, rasanya sangat, sangat dingin," ujar Tabuchi, dikutip dari AFP, Selasa (25/8).
Kemunculan kulkas manusia ini tidak lepas dari kondisi cuaca Jepang yang kian ekstrem. Para ilmuwan menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian panas ekstrem di berbagai belahan dunia. Pada 2025, Jepang mencatat musim panas terpanas sepanjang sejarah pencatatan. Tahun ini, badan cuaca Jepang bahkan memperkenalkan istilah baru kokushobi atau hari yang sangat kejam panasnya ketika suhu menyentuh 40 derajat Celsius, dan meminta masyarakat memperlakukan kondisi tersebut seperti bencana alam.
Dampaknya terasa nyata. Di Tokyo, hampir 120 kematian terkait panas tercatat dalam periode satu bulan hingga pertengahan Agustus. Sementara itu, hampir 63 ribu orang di seluruh Jepang membutuhkan penanganan darurat selama musim panas tahun ini. Survei Teikoku Databank pada Juli juga menemukan 50 persen perusahaan mengaku operasional mereka terganggu oleh panas ekstrem, dan hampir 88 persen perusahaan meningkatkan upaya melindungi pekerja dari cuaca panas.
Sejak tahun lalu, perusahaan di Jepang menghadapi kewajiban hukum yang lebih ketat untuk melindungi pekerja yang bekerja dalam kondisi panas. Di lokasi konstruksi, misalnya, perusahaan harus menyediakan pakaian khusus seperti jaket dengan kipas bawaan, ruang istirahat berpendingin udara, dan kanopi peneduh. Tahun ini, pemerintah Tokyo bahkan memperbolehkan pegawai birokrasi datang ke kantor dengan celana pendek, kebijakan yang tergolong tidak biasa di negara yang masih kuat memegang budaya pakaian kerja formal.
Produsen Do Hiemon Box mengklaim perangkat itu dapat digunakan melalui colokan listrik biasa, dapat dipindahkan dengan roda, dan tidak mengonsumsi banyak daya. Untuk mencegah penggunaan berlebihan, alat ini akan mati otomatis setelah 20 menit. Yutaka Kono dari Konoe, perusahaan tempat Tabuchi bekerja, menilai investasi menghadapi panas kini menjadi penting untuk mempertahankan tenaga kerja sekaligus menarik pekerja baru. Perusahaannya sebenarnya sudah memakai pendingin udara dan spot cooler, tetapi banyak area kerja tetap terbuka agar truk dan alat berat bisa keluar masuk. "Saya benar-benar terkejut dengan konsep baru memasukkan orang ke semacam kulkas," kata Kono.
Pekerja lain, Taichi Konishi, mengaku menggunakan perangkat tersebut sekitar tiga kali sehari. Setelah memindahkan kotak berisi peralatan logam dan suku cadang, ia masuk ke dalam bilik untuk mendinginkan tubuh. "Rasanya benar-benar enak. Saya baru berada di dalam sekitar dua menit, tapi itu sudah cukup membuat semua keringat saya mengering," ujar Konishi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0