Iran Sebut Pakta Makkah Jadi Sinyal AS Mulai Ditinggalkan Negara Timur Tengah

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei menilai Pakta Makkah yang ditandatangani Turki, Arab Saudi, dan Pakistan sebagai tanda Amerika Serikat mulai ditinggalkan negara-negara Timur Tengah. Iran mengaku telah diundang bergabung, namun Kementerian Luar Negeri Iran belum memberi konfirmasi resmi.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
Iran Sebut Pakta Makkah Jadi Sinyal AS Mulai Ditinggalkan Negara Timur Tengah
Iran Sebut Pakta Makkah Jadi Sinyal AS Mulai Ditinggalkan Negara Timur Tengah

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei memberikan tanggapan tajam terhadap Pakta Makkah, perjanjian keamanan trilateral yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Menurutnya, kesepakatan itu menjadi pertanda bahwa Amerika Serikat kini ditinggalkan oleh negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya.

Rezaei bahkan menyindir posisi Washington dalam dinamika aliansi kawasan tersebut. "Amerika Serikat bilang ke mereka, 'Selamat tinggal, kami pergi'," ujarnya seperti dikutip Iran International, Sabtu (22/8).

Dalam penilaiannya, Iran mendukung terbentuknya persatuan yang lebih luas di kawasan. Rezaei menilai Teheran dan Kairo semestinya turut menjadi bagian dari aliansi regional semacam Pakta Makkah.

Ia mengungkapkan bahwa negara-negara anggota pakta tersebut telah menemui pihak Iran dan menyatakan perjanjian sudah ditandatangani. "Teman kami datang dan bilang, 'kami sudah membuat pakta, datang dan setujui'," kata Rezaei menirukan perwakilan anggota pakta.

Meski demikian, Rezaei sempat mempertanyakan isi perjanjian tersebut karena mengaku tidak mengetahui detailnya ketika pakta tiba-tiba telah ditandatangani dan Iran diajak untuk ikut serta.

Terpisah, Kepala kantor berita parlemen Iran, Mehdi Rahim, menyatakan bahwa negara-negara anggota pakta telah mengundang Teheran. "Iran sudah menerima undangan untuk bergabung dengan Perjanjian Makkah dan masalah ini sedang ditinjau," ujarnya. Hingga kini, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan resmi terkait undangan tersebut.

Pakta Makkah ditandatangani Turki, Arab Saudi, dan Pakistan pada 7 Agustus. Perjanjian ini menarik perhatian karena muncul di tengah ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain itu, pakta tersebut disorot karena memuat pasal yang mirip dengan Pakta Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Klausul itu menyebutkan bahwa agresi terhadap salah satu dari tiga negara dianggap sebagai agresi terhadap ketiga anggota.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan perjanjian tersebut tidak ditujukan untuk menyerang Iran maupun negara mana pun. Sejumlah pengamat menilai pakta ini justru menjadi bukti bahwa negara-negara kawasan tidak lagi ingin bergantung pada Amerika Serikat, yang menandakan dominasi Washington semakin melemah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0