Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing di Bursa Dirjen WHO, Ini Tahapan Pemilihan dan Jadwalnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Direktur Jenderal WHO menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, bersaing dengan tiga kandidat dari Qatar, Arab Saudi, dan Belgia. Pemilihan dilakukan Majelis Kesehatan Dunia melalui nominasi Dewan Eksekutif, dengan pemungutan suara rahasia dan jadwal proses yang sudah ditetapkan.

Sep 17, 2026 - 02:43
Sep 17, 2026 - 02:43
 0
Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing di Bursa Dirjen WHO, Ini Tahapan Pemilihan dan Jadwalnya
Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing di Bursa Dirjen WHO, Ini Tahapan Pemilihan dan Jadwalnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menjadi perhatian setelah namanya masuk dalam daftar calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus. BGS tidak berjalan sendiri karena ia akan bersaing dengan tiga kandidat lain yang diajukan oleh negara masing-masing, yakni Hanan Mohammed Al Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P Kluge dari Belgia.

Menurut keterangan WHO, negara anggota memiliki keleluasaan untuk menominasikan siapa pun sebagai kandidat Dirjen. Syaratnya, orang tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam resolusi dan keputusan badan pengatur yang relevan. Kandidat juga tidak harus berasal dari staf WHO maupun merupakan warga negara dari negara anggota yang mengusulkannya. Bahkan, satu negara anggota dapat mengajukan lebih dari satu nama, dan staf internal WHO pun bisa dicalonkan selama diusulkan oleh negara anggota serta memenuhi persyaratan.

Lalu bagaimana mekanisme pemilihan Dirjen WHO? Dirjen dipilih oleh Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan tertinggi WHO yang beranggotakan seluruh negara anggota badan kesehatan PBB tersebut. Majelis Kesehatan Dunia mengambil keputusan setelah melalui proses nominasi yang dijalankan Dewan Eksekutif WHO. Dalam proses itu, Dewan Eksekutif menyaring para kandidat, menyusun daftar pendek, dan menominasikan hingga tiga kandidat untuk dipertimbangkan Majelis Kesehatan Dunia.

Setelah nama-nama dicalonkan, Majelis Kesehatan Dunia menunjuk Direktur Jenderal melalui pemungutan suara rahasia sesuai peraturan tata cara majelis. Cara ini dipilih agar negara anggota dapat menyatakan pilihan secara bebas dan independen. Direktur Jenderal berikutnya akan diangkat pada Majelis Kesehatan Dunia ke-80. Semua negara anggota yang terdaftar secara sah dalam sesi tersebut berhak memilih, kecuali negara anggota yang hak suaranya sedang ditangguhkan sesuai Pasal 7 Konstitusi WHO.

Proses pemilihan sendiri dimulai ketika Direktur Jenderal secara resmi mengundang negara anggota WHO untuk mengajukan usulan kandidat. Untuk pemilihan Dirjen berikutnya, undangan dikeluarkan pada 24 April 2026 dan batas waktu pengajuan usulan kandidat ditetapkan pada 24 September 2026. Setelah sesi Komite Regional terakhir tahun ini berakhir pada awal November 2026, Sekretariat WHO akan mempublikasikan nama-nama kandidat beserta proposal yang diterima di situs web WHO.

Situs web tersebut juga akan menyediakan tautan ke situs web masing-masing kandidat jika ada dan atas permintaan calon. Namun, setiap kandidat bertanggung jawab membuat dan membiayai situs webnya sendiri. Kandidat juga bisa diakui sebelum pengumuman resmi sebagai kandidat prospektif, dan pengakuan itu dilakukan atas permintaan negara anggota yang menominasikan. Kandidat internal yang belum diakui sebagai kandidat prospektif akan diakui sesegera mungkin setelah pembukaan proposal.

Kampanye dalam pemilihan Dirjen diatur dalam Kode Etik untuk Pemilihan Direktur Jenderal WHO, sebuah kesepahaman politik yang diadopsi Majelis Kesehatan Dunia. Kode etik ini bertujuan mendorong proses yang terbuka, adil, setara, dan transparan dengan menetapkan sejumlah persyaratan umum dan khusus. Negara anggota dan kandidat wajib segera mengungkapkan kegiatan kampanye mereka, seperti pertemuan, lokakarya, dan kunjungan, beserta jumlah dan sumber pendanaannya kepada Sekretariat. Informasi tersebut akan diposting di halaman khusus situs web WHO.

Kandidat dapat berkampanye melalui forum kandidat maupun forum web. Forum kandidat digelar jika ada lebih dari satu calon dan menjadi platform langsung bagi mereka untuk memperkenalkan diri serta visi kepada negara anggota secara setara. Forum kandidat pertama berisi wawancara dan berlangsung paling lambat dua bulan sebelum pembukaan sesi ke-160 Dewan pada awal 2027. Forum kandidat kedua berupa diskusi panel yang lebih interaktif dan digelar paling lambat dua bulan sebelum Majelis Kesehatan Dunia ke-80 pada Mei 2027. Sementara forum web dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Adapun masa jabatan Dirjen terpilih pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-80 akan dimulai pada 16 Agustus 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0