Perundingan AS-Iran Kandas, Jalan Menuju Perdamaian Timur Tengah Makin Terjal

Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan setelah kedua pihak gagal menyepakati kerangka waktu perjanjian. Pejabat Iran menyebut tidak ada kemajuan dalam pembahasan MoU yang ditangguhkan. AS dan Iran saling tuduh ingkar janji, sementara upaya perpanjangan periode 60 hari juga tidak membuahkan hasil.

Aug 18, 2026 - 02:15
Aug 18, 2026 - 02:15
 0
Perundingan AS-Iran Kandas, Jalan Menuju Perdamaian Timur Tengah Makin Terjal
Perundingan AS-Iran Kandas, Jalan Menuju Perdamaian Timur Tengah Makin Terjal

Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya rekonsiliasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Pembicaraan yang digadang-gadang mampu mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah justru mandek karena kedua negara tak kunjung sepakat mengenai kerangka waktu (time frame) perjanjian damai.

Seorang pejabat senior Iran yang berbicara kepada Reuters mengungkapkan bahwa para negosiator dari kedua kubu masih berselisih pendapat. Persoalan utama yang menjadi ganjalan adalah penetapan batas waktu pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) damai yang sebelumnya telah disepakati, namun kini ditangguhkan.

"Salah satu isu yang sedang dibahas via mediator adalah kembalinya AS ke perjanjian sementara dan penetapan jangka waktu untuk melaksanakan komitmen tersebut. Belum ada kemajuan sama sekali dalam masalah ini," ujar pejabat tersebut.

Kebuntuan ini terjadi setelah AS dan Iran pada Juni lalu menandatangani MoU damai yang menjadi jembatan menuju penghentian perang secara menyeluruh. Dalam kesepakatan itu, kedua pihak berkomitmen menghentikan operasi militer secara "segera dan permanen" di semua front, termasuk Lebanon, serta AS mengizinkan Iran kembali mengekspor minyaknya.

MoU tersebut juga mengatur bahwa kedua negara harus merundingkan perjanjian final dalam waktu 60 hari, dengan opsi perpanjangan jika disepakati bersama. Namun, sebelum tenggat itu tercapai, Presiden AS Donald Trump justru mengakhiri kesepakatan pada 7 Juli. Seminggu kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan MoU tersebut "ditangguhkan".

Masing-masing pihak saling menuding. AS menuduh Iran tidak menepati janji untuk membuka kembali Selat Hormuz, sementara Teheran menyebut Washington ingkar terhadap komitmen mencabut blokade dan mencairkan aset Iran yang dibekukan.

Meski sempat ada kabar bahwa AS dan Iran sepakat memperpanjang periode 60 hari MoU, pejabat Iran membantahnya. "Tidak ada pembicaraan tentang perpanjangan karena dari perspektif Iran tidak ada periode yang dimulai dan oleh karena itu tidak ada yang perlu diperpanjang. Amerika Serikat melanggar perjanjian sementara 48 jam setelah disepakati dan menarik diri darinya beberapa hari kemudian," tegas sumber tersebut.

Dengan mandeknya pembicaraan ini, masa depan perdamaian di Timur Tengah kembali diselimuti ketidakpastian. Belum ada tanda-tanda kapan kedua negara akan kembali duduk bersama untuk melanjutkan negosiasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0