4 Siswa MTsN 1 Pariaman Masih Dirawat Inap Usai Diduga Keracunan MBG, Sekolah Imbau Orang Tua Waspada
Sebagian besar siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang diduga keracunan usai menyantap MBG sudah dipulangkan. Namun, empat siswa masih dirawat inap di RS Sadikin Kota Pariaman, sementara belasan lainnya masih dalam perawatan di dua rumah sakit. Pihak sekolah mengimbau orang tua tetap waspada dan segera melapor jika muncul gejala.
Sebagian besar siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang sebelumnya dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) telah diperbolehkan pulang. Meski demikian, empat siswa dipastikan masih harus menjalani rawat inap di RS Sadikin Kota Pariaman karena kondisinya masih dalam pemantauan medis.
Kepala Sekolah MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, menyampaikan bahwa hingga sore hari, banyak siswa yang sudah dipulangkan. Namun, berdasarkan laporan terakhir, masih ada sekitar 13 siswa yang dirawat di RS Prof Muhammad Yamin dan 15 siswa di RS Sadikin Kota Pariaman. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya akan dirawat inap.
Tarmizi juga mengimbau para orang tua untuk tidak panik dan tetap mengawasi kondisi kesehatan anak-anak mereka. Ia meminta orang tua segera melapor apabila menemukan gejala mencurigakan setelah anak mengonsumsi MBG. "Bagi anak-anak kita yang barangkali tadi mengonsumsi tetapi tidak ada indikasi terimbas, diminta juga kepada orang tuanya untuk waspada, tetap awasi tentang kesehatan anak. Seandainya ada indikasi atau gejala, cepat-cepat ditindaklanjuti," ujarnya.
Peristiwa ini bermula ketika Tarmizi menerima laporan dari guru saat dirinya sedang mengikuti rapat dinas di Kantor Kemenag. Sekitar pukul 10.30, guru melaporkan adanya murid yang mengalami mual, sakit perut, dan pusing setelah menyantap MBG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah langsung menginstruksikan guru untuk membawa siswa yang mengalami gejala ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, siswa yang belum menyantap MBG diminta untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut.
Para siswa yang diduga terdampak ditangani di tiga lokasi berbeda, yakni Rumah Sakit Umum Prof Muhammad Yamin Kota Pariaman, Rumah Sakit Sadikin Kota Pariaman, serta Puskesmas Pariaman. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0