Pidato Pertama Raja Haakon VIII: Terima Kasih Ayah, Kini Giliran Saya Memimpin Norwegia

Raja Haakon VIII resmi naik takhta Norwegia setelah ayahnya, Harald V, wafat pada usia 89 tahun. Dalam pidato perdananya, Haakon menyampaikan penghormatan kepada sang ayah, menegaskan komitmennya memimpin, dan menyoroti pentingnya persatuan nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarga kerajaan.

Oct 3, 2026 - 12:02
Oct 3, 2026 - 12:02
 0
Pidato Pertama Raja Haakon VIII: Terima Kasih Ayah, Kini Giliran Saya Memimpin Norwegia
Pidato Pertama Raja Haakon VIII: Terima Kasih Ayah, Kini Giliran Saya Memimpin Norwegia

Raja baru Norwegia, Haakon VIII, menyampaikan pidato pertamanya sejak naik takhta untuk memberikan penghormatan kepada mendiang ayahnya, Harald V. Pidato yang disiarkan melalui televisi itu berlangsung penuh haru, dengan Haakon duduk di sebuah meja di istana kerajaan, ditemani foto mendiang raja, dua lilin menyala, dan semangkuk mawar putih.

"Terima kasih karena telah menjadi ayah yang begitu baik," ujar Haakon, dikutip dari BBC pada Minggu (30/8). Ia tampak menahan air mata saat berbicara, terutama ketika menyebut bahwa Sabtu (29/8) seharusnya menjadi hari ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-58.

Harald V meninggal dunia di rumah sakit pada usia 89 tahun, Jumat (28/8) pagi waktu setempat. Ia wafat setelah menjalani perawatan akibat kelainan darah langka, mengakhiri masa bertakhta selama 35 tahun. "Sekarang giliran saya," kata Haakon, menegaskan kesiapannya memikul tanggung jawab besar sebagai raja.

Dalam pidatonya, Haakon menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia menyatakan keluarga kerajaan percaya pada tatanan masyarakat yang dibangun berlandaskan hukum, keadilan, serta kesetaraan nilai bagi setiap orang. Ia juga mengenang Harald sebagai ayah yang baik bagi dirinya dan saudara perempuannya, Putri Märtha Louise, kakek yang hangat dan lucu bagi enam cucunya, serta suami yang penuh kasih bagi Ratu Sonja.

"Dia terus mengingatkan kami dalam keluarga bahwa masing-masing dari kami harus melakukan sesuatu dengan cara kami sendiri. Menemukan gaya kami sendiri. Menjadi diri kami sendiri," ujar Haakon mengenang pesan sang ayah.

Haakon mengaku terharu melihat ribuan warga Norwegia berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo, membawa bunga dan lilin untuk memberikan penghormatan. "Kami sedang berduka, tetapi pada saat yang sama kami merasa terhibur dan mendapatkan kekuatan karena begitu banyak orang berduka bersama kami," ujarnya. Masa berkabung nasional telah ditetapkan, meski tanggal pemakaman belum diumumkan.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre turut meletakkan bunga di luar istana dan menandatangani buku belasungkawa setelah bertemu raja baru. Menurutnya, negara kini bersatu dalam duka dan rasa syukur. Haakon dijadwalkan mengucapkan sumpah setia di parlemen pada Selasa (1/9), lalu mengikuti upacara pengukuhan sederhana bersama istrinya, Ratu Mette-Marit.

Haakon mengambil alih takhta di tengah situasi sulit. Keluarga kerajaan menghadapi sejumlah masalah kesehatan dan kontroversi, mulai dari hubungan pertemanan Mette-Marit dengan terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein, transplantasi paru-paru yang dijalaninya akibat fibrosis paru sejak 2018, hingga vonis empat tahun penjara bagi Marius Borg Høiby atas kasus pemerkosaan yang kini tengah diajukan banding. Märtha Louise juga menuai kontroversi setelah menikah dengan pria Amerika Serikat yang mengaku sebagai dukun pada 2024.

Meski tidak menyinggung langsung kontroversi tersebut, Haakon menyoroti pentingnya solidaritas keluarga. "Keluarga kami telah merasakan pentingnya berdiri bersama agar tetap teguh, baik dalam diri kami sendiri maupun satu sama lain, bahkan di masa-masa sulit," ujarnya. Ia memastikan dirinya bersama Mette-Marit dan Putri Mahkota Ingrid Alexandra akan selalu berusaha memahami situasi masyarakat.

Dukungan terhadap monarki Norwegia tercatat menurun dari 72 persen pada 2024 menjadi 54 persen awal tahun ini. Kendati demikian, Harald tetap populer hingga akhir hayatnya, dan para pakar meyakini Haakon mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut karena tetap dihormati serta dikenal luas sebagai sosok pekerja keras.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0