Mojtaba Khamenei Serukan Iran Lepas dari Dominasi Dolar AS di Tengah Sanksi Baru

Mojtaba Khamenei menyerukan pengurangan peran dominan dolar AS secara bertahap dan mendorong produksi dalam negeri untuk mengatasi masalah ekonomi Iran. Seruan itu disampaikan melalui akun X saat nilai tukar rial Iran merosot ke rekor terendah, menembus 2 juta rial per dolar AS, di tengah sanksi tambahan dari Amerika Serikat.

Oct 3, 2026 - 08:02
Oct 3, 2026 - 08:02
 0
Mojtaba Khamenei Serukan Iran Lepas dari Dominasi Dolar AS di Tengah Sanksi Baru
Mojtaba Khamenei Serukan Iran Lepas dari Dominasi Dolar AS di Tengah Sanksi Baru

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menyuarakan pentingnya kemandirian ekonomi dengan menyerukan pengurangan peran dominan dolar Amerika Serikat secara bertahap. Seruan itu disampaikan melalui akun resmi X pada Jumat (28/8), bertepatan dengan peringatan Pekan Pemerintah Iran.

Dalam pesannya, Mojtaba meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai tantangan ekonomi dan penghidupan yang saling berkaitan. Persoalan yang ia soroti mencakup inflasi, pengangguran, pengendalian harga, serta pengaturan pasar barang dan jasa.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi perlu didorong melalui peningkatan investasi yang diarahkan ke sektor-sektor bermanfaat dan penting. Selain itu, Mojtaba menekankan pentingnya memacu produksi dalam negeri dan menjadikan kebijakan ekonomi perlawanan sebagai inti agenda ekonomi pemerintah.

Hal yang tak kalah penting, menurut Mojtaba, adalah memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi, pengurangan peran dominan dolar AS secara bertahap, dan menjadikan ekonomi perlawanan sebagai fokus utama pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Seruan itu muncul di tengah tekanan ekonomi yang kian berat. Nilai tukar rial Iran merosot ke rekor terendah baru terhadap dolar AS, menembus angka 2 juta rial per dolar di pasar bebas pekan ini, seiring langkah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tambahan untuk melumpuhkan perekonomian Iran.

Mojtaba juga menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai. Ia menyatakan impor harus digunakan secara tepat dan bijak apabila produksi dalam negeri tidak mencukupi.

Lebih lanjut, ia menilai pengelolaan yang lebih cerdas, keterlibatan lebih besar dari para spesialis dan ahli teknologi, serta pengaktifan kapasitas baru dapat membantu mendorong Iran menuju ekspansi dan pembangunan ekonomi.

Dalam pesannya, Mojtaba memuji upaya pemerintah selama masa perang dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan pokok, memperbaiki fasilitas penting yang rusak, serta mengelola pasokan energi di tengah sanksi dan blokade yang semakin ketat.

Mojtaba mengambil alih kepemimpinan setelah pembunuhan ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Sejak peristiwa itu, ia tidak pernah muncul di depan publik. Presiden AS Donald Trump meyakini Mojtaba masih hidup, namun kondisinya buruk akibat serangan tersebut. Menurut Trump, Mojtaba tidak tewas, tetapi terluka sangat parah pada sisi kiri tubuhnya, termasuk lengan dan kaki.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0