AS Siapkan Dana Rp320 Miliar untuk Sarung Tangan Setrum bagi Petugas Imigrasi
Petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) berencana membeli ribuan sarung tangan setrum GLOVE senilai hingga US$20 juta untuk mengantisipasi konfrontasi saat bertugas. Alat ini diklaim mampu membuat seseorang patuh dalam hitungan detik, namun menuai kekhawatiran dari kelompok hak sipil seperti ACLU.
Jakarta - Petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) akan segera dilengkapi dengan sarung tangan khusus yang mampu memberikan sengatan listrik. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi jika terjadi konfrontasi saat petugas menjalankan tugas di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ICE mengalokasikan dana hingga US$20 juta atau sekitar Rp320 miliar untuk pengadaan ribuan sarung tangan tersebut. Target pengiriman alat ini dijadwalkan paling lambat pada Maret 2027.
Sarung tangan yang diberi nama GLOVE (Generated Low Output Voltage Emitter) ini diproduksi oleh Compliant Technologies LLC yang berbasis di Lexington, Kentucky. Cara kerjanya mirip sarung tangan biasa, namun dilengkapi sakelar yang dapat mengaktifkan aliran listrik saat ditekan oleh petugas.
Menurut produsennya, sarung tangan ini harus ditempelkan langsung ke kulit target. Sensasi yang dihasilkan disebut mampu membuat seseorang patuh dalam hitungan detik. John Peters, Presiden Institute for the Prevention of Deaths in Custody, menggambarkan efeknya seperti sengatan lebah yang tajam dan langsung mengalihkan perhatian.
Perusahaan pembuatnya mengklaim alat ini tidak meninggalkan luka bakar atau bekas luka permanen. Namun, penggunaannya dilarang untuk kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas berat.
Meski demikian, rencana penggunaan GLOVE menuai kritik dari kelompok hak sipil. American Civil Liberties Union (ACLU) mempertanyakan penggunaan alat setrum dalam penegakan hukum imigrasi sipil, terutama di tengah meningkatnya sorotan terhadap penggunaan kekerasan oleh petugas imigrasi AS.
Sarung tangan GLOVE sebenarnya sudah digunakan di sejumlah penjara di Amerika Serikat. John Peters menilai alat ini dapat membantu petugas menghadapi individu yang melakukan perlawanan, sehingga mengurangi risiko cedera bagi kedua belah pihak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0