Nepal Dilanda Banjir Bandang, India Siagakan Pengawasan Gletser di Uttarakhand
Banjir bandang di perbatasan Tibet-Nepal yang diduga dipicu runtuhnya gletser menewaskan 633 orang dan menyebabkan hampir 3.000 orang hilang. India memperketat pengawasan terhadap 1.266 danau gletser di Uttarakhand karena wilayahnya dinilai rentan terhadap bencana serupa akibat perubahan iklim.
India meningkatkan kewaspadaan di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan China dan Nepal setelah banjir bandang melanda Nepal. Langkah tersebut diambil karena India memiliki kondisi geografis yang serupa dengan negara tetangganya itu.
Menteri Manajemen Bencana Negara Bagian Uttarakhand, Madan Kaushnik, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk memantau seluruh gletser dan danau gletser yang terdata di wilayah tersebut. Ia juga meminta tim di lapangan tetap waspada dan mengamati potensi situasi serupa di wilayah India.
Uttarakhand dikenal sebagai salah satu wilayah paling rentan secara ekologis di India. Berdasarkan data pemerintah, setidaknya terdapat 1.266 danau gletser di kawasan itu.
Banjir bandang yang terjadi di perbatasan Tibet-Nepal pada Rabu (26/8) diduga kuat dipicu oleh runtuhnya gletser. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut peristiwa itu memicu luncuran puing-puing material.
Dampak bencana tersebut sangat besar. Hingga Sabtu (29/8), otoritas setempat mengonfirmasi 633 orang meninggal dunia, sementara hampir 3.000 orang dilaporkan hilang.
Penyebab pasti runtuhnya gletser tersebut belum diketahui. Namun, perubahan iklim yang memicu pencairan gletser secara global dinilai terus meningkatkan risiko bencana serupa di berbagai kawasan.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa gletser di kawasan Himalaya meleleh jauh lebih cepat dibanding sebelumnya akibat perubahan iklim. Kondisi ini menempatkan masyarakat setempat pada risiko bencana yang semakin sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Selain itu, gletser yang mencair dan lapisan tanah yang menipis dapat merusak kestabilan lereng gunung sehingga memperbesar risiko tanah longsor. Para ahli menambahkan bahwa kombinasi perubahan iklim dan pembangunan yang kurang terencana semakin meningkatkan frekuensi, tingkat keparahan, serta dampak bencana alam di kawasan tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0