Sekitar 100 Tentara Israel Tinggalkan Markas Usai Berselisih dengan Komandan
Sekitar 100 tentara Israel dari Batalyon Tzabar Brigade Givati meninggalkan markas Sde Teiman pada Kamis (31/7) setelah berselisih dengan komandan. Aksi walkout dipicu pencabutan papan tanda yang dibuat prajurit. IDF menyelidiki insiden ini dan menyebutnya tidak sesuai dengan nilai-nilai militer. Sebagian besar prajurit telah kembali, namun sebagian kecil terancam diklasifikasikan sebagai AWOL.
Sekitar 100 tentara Israel dilaporkan meninggalkan markas mereka di perbatasan pada Kamis (31/7) sebagai bentuk protes terhadap komandan. Aksi walkout ini terjadi setelah terjadi keributan di markas Sde Teiman, wilayah selatan Israel, yang dipicu oleh pencabutan papan tanda yang dibuat oleh para prajurit oleh komandan batalyon.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa aksi mogok massal oleh pasukan dari Batalyon Tzabar Brigade Givati sedang diselidiki. Dalam pernyataannya, IDF menegaskan bahwa insiden ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut militer dan tidak sejalan dengan harapan terhadap perilaku prajuritnya.
Sebagian besar prajurit yang terlibat aksi walkout akhirnya kembali ke markas. Namun, sekitar satu pleton atau 30 hingga 30 personel dilaporkan belum kembali. Sebelumnya, rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan para tentara berbaris keluar dari pangkalan sambil meneriakkan kata-kata kasar kepada para perwira.
Rekaman lain dari pangkalan menunjukkan tumpukan senjata yang ditinggalkan serta puing-puing papan tanda yang telah dilepas. Salah satu papan tanda tersebut bertuliskan "Kerajaan Setan" dengan motif yang dianggap tidak pantas. Para tentara mengklaim papan tanda itu merupakan bagian dari tradisi kompi mereka, sementara pihak militer menyebut materi pada papan tanda tersebut dimaksudkan untuk merendahkan tentara baru.
Insiden ini menyoroti praktik perpeloncoan yang telah lama menjadi sejarah di kalangan prajurit infanteri IDF. Sebelumnya, telah terjadi kasus desersi massal akibat dugaan perlakuan buruk oleh komandan.
Komandan prajurit Givati memberikan tenggat waktu hingga pukul 16.00 waktu setempat bagi para prajurit untuk kembali ke Sde Teiman. Mereka yang tidak kembali akan menghadapi hukuman dan namanya akan diteruskan ke Polisi Militer untuk penanganan lebih lanjut. Dalam pesan yang disampaikan kepada pasukan, komandan menegaskan bahwa tepat pukul 16.00 akan dilakukan pengecekan untuk memastikan kehadiran setiap prajurit.
"Siapa pun yang belum kembali pada pukul 16.00 akan segera diklasifikasikan sebagai AWOL (Absen Tanpa Izin)," demikian bunyi pesan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti prajurit yang belum kembali dan sanksi yang akan dijatuhkan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0