AS Kembali Jadi Penengah, Suriah dan Israel Gelar Negosiasi Pertama di Yordania

Suriah dan Israel menggelar negosiasi tingkat tinggi pertama dalam beberapa bulan terakhir di Yordania pada Minggu (23/8), dimediasi Amerika Serikat. Pembicaraan membahas upaya meredakan ketegangan usai serangan Israel ke pangkalan udara Abu Al Duhur, rencana ruang operasi khusus di Yordania, serta dua prioritas utama Suriah: penarikan pasukan Israel ke garis sebelum 8 Desember 2024 dan implementasi penuh perjanjian pelepasan pasukan 1974.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
AS Kembali Jadi Penengah, Suriah dan Israel Gelar Negosiasi Pertama di Yordania
AS Kembali Jadi Penengah, Suriah dan Israel Gelar Negosiasi Pertama di Yordania

Suriah dan Israel kembali menggelar pembicaraan tingkat tinggi di Yordania pada Minggu (23/8), dengan Amerika Serikat bertindak sebagai mediator. Negosiasi ini menjadi yang pertama antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir, menurut laporan kantor berita negara Suriah, SANA, yang mengutip sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri Suriah.

Langkah mediasi AS tersebut diambil untuk meredakan ketegangan yang kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Abu Al Duhur di Suriah. Pertemuan di Yordania itu disebut sebagai upaya mencegah konflik meluas di kawasan.

Delegasi Suriah dalam pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Asaad Al Shaibani. Sementara dari pihak Israel, Kepala Mossad Roman Gofman turut serta dalam delegasi yang hadir.

Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana pembentukan ruang operasi khusus di Yordania. Dalam skema itu, AS akan mengawasi ruang tersebut dengan tujuan mencegah terjadinya konfrontasi di Suriah, termasuk potensi konflik yang melibatkan Turki. Informasi ini merujuk pada laporan Middle East Eye yang mengutip sumber diplomatik dan sumber pemerintah Suriah kepada AFP.

Pertemuan itu juga membahas upaya mencegah Suriah terseret ke dalam ketegangan antara Israel dan Turki. Isu tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam pembicaraan yang berlangsung di Yordania.

Dalam kesempatan itu, delegasi Suriah kembali menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah yang diduduki Israel. Damaskus menilai pembahasan mengenai status akhir wilayah tersebut masih terlalu dini untuk dilakukan saat ini.

Suriah kemudian menyampaikan dua prioritas utama dalam negosiasi tersebut. Pertama, Damaskus meminta Israel menarik pasukannya kembali ke garis sebelum 8 Desember 2024. Kedua, Suriah mendesak implementasi penuh atas perjanjian pelepasan pasukan tahun 1974.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai hasil konkret dari pertemuan tingkat tinggi tersebut. Pembicaraan di Yordania tetap menjadi sorotan karena menjadi jalur diplomasi terbaru di tengah situasi kawasan yang masih tegang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0