Italia Kecam Spanyol atas Lonjakan Migran Ilegal di Ceuta

Italia mengkritik Spanyol setelah sekitar 60 ribu migran ilegal dari Maroko menyerbu Ceuta, menyebabkan 34 tewas. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Menlu Antonio Tajani menyerukan penangguhan Spanyol dari Area Schengen, sementara Spanyol menilai sikap Italia tidak pantas.

Aug 4, 2026 - 00:04
Aug 4, 2026 - 00:04
 0
Italia Kecam Spanyol atas Lonjakan Migran Ilegal di Ceuta
Italia Kecam Spanyol atas Lonjakan Migran Ilegal di Ceuta

Pemerintah Italia menyampaikan kemarahan terkait masuknya sekitar 60 ribu migran ilegal asal Maroko ke Ceuta, wilayah otonomi khusus Spanyol di Afrika Utara. Para migran tersebut dilaporkan berenang menyeberangi laut untuk mencapai wilayah itu, dan aksi tersebut mengakibatkan 34 orang tewas tenggelam.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan agar Spanyol diskors dari Area Schengen Uni Eropa yang bebas visa. Seruan ini disampaikan pada Kamis, tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengeluarkan pernyataan serupa. Keduanya menilai lonjakan migran ilegal yang masuk ke Ceuta merupakan ancaman bagi keamanan Eropa.

Dalam unggahan di media sosial X, Meloni menyatakan bahwa pemerintah Italia sedang mengumpulkan otoritas yang berwenang dan siap mengambil tindakan, termasuk langkah luar biasa seperti menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol. Ia juga menggambarkan banyak migran, termasuk anak-anak, berenang untuk mencapai wilayah tersebut, dan menyebut pemandangan itu amat mengerikan. Meloni menegaskan bahwa Italia tidak akan tinggal diam.

Sebelumnya, Tajani juga menyerukan tindakan terhadap Spanyol melalui akun X-nya. Ia mendukung penutupan Area Schengen dengan Spanyol dengan alasan imigrasi ilegal yang tidak terkendali membahayakan keamanan nasional. Tajani menyalahkan Spanyol yang memberikan kewarganegaraan kepada lebih dari 500 ribu migran, yang menurutnya merupakan kebijakan sangat keliru dan memicu kasus perdagangan manusia.

Pernyataan Tajani mendapat kritik dari Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. Albares menilai komentar tersebut tidak pantas untuk negara mitra dan sahabat, dan menekankan bahwa Spanyol mengharapkan solidaritas Eropa, bukan demagogi partisan.

Area Schengen merupakan kebijakan imigrasi yang memungkinkan perjalanan tanpa paspor di 29 negara Eropa yang telah menghapus kontrol perbatasan rutin di perbatasan bersama mereka. Sebelumnya, presiden wilayah otonomi Ceuta Juan Jesus Vivas melaporkan bahwa sekitar 60 ribu migran ilegal dari Maroko menyeberang ke wilayahnya dengan berenang. Banyak di antara mereka melewati penghalang perbatasan yang membentang ke air, dan 34 orang tewas dalam upaya tersebut, meskipun rincian penyebab kematian tidak dijelaskan.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0