Israel Akui Tanknya Tembak Mobil Hind Rajab, Kini Buka Penyelidikan Kriminal

Israel mengakui pasukannya menembak mobil yang membawa Hind Rajab, bocah lima tahun, dan enam anggota keluarganya di Gaza pada 2024. IDF memerintahkan penyelidikan kriminal atas insiden tersebut, termasuk penembakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina yang menewaskan dua paramedis. Kasus ini menjadi salah satu yang paling disorot selama agresi Israel di Gaza.

Sep 15, 2026 - 03:20
Updated: 1 month ago
0 2
Israel Akui Tanknya Tembak Mobil Hind Rajab, Kini Buka Penyelidikan Kriminal
Israel Akui Tanknya Tembak Mobil Hind Rajab, Kini Buka Penyelidikan Kriminal

Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya melepaskan tembakan ke arah mobil yang membawa Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia lima tahun, bersama enam anggota keluarganya di Jalur Gaza, Palestina, pada 2024. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah memerintahkan penyelidikan kriminal atas insiden yang menewaskan bocah malang tersebut dan keluarganya.

"Setelah meninjau temuan-temuan tersebut dan karena adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan kriminal atas insiden tersebut oleh divisi investigasi kriminal polisi militer," kata IDF melalui pernyataan pada Rabu (19/8).

Peristiwa nahas itu terjadi pada 29 Januari 2024. Saat itu, Hind Rajab bersama enam anggota keluarganya berusaha melarikan diri dari lingkungan Tel al-Hawa di Kota Gaza. Namun, kendaraan Kia hitam yang mereka tumpangi ditembak tank tentara Israel. Akibatnya, bibi, paman, dan empat sepupu Hind tewas seketika.

Hind dan kakak sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan Hamadeh, sempat selamat dan menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) untuk meminta bantuan darurat. Rekaman percakapan mereka dengan PRCS kemudian dipublikasikan pada Februari 2024. Dalam rekaman itu, Hamadeh terdengar berteriak sebelum akhirnya tewas terkena tembakan senapan mesin saat masih tersambung dengan petugas PRCS.

Setelah sambungan terputus, operator PRCS mencoba menelepon kembali dan kali ini Hind yang menjawab. Ia memberi tahu bahwa semua orang di dalam mobil telah meninggal. Selama tiga jam, Hind terus berbicara dengan PRCS dan memohon: "Saya sangat takut, tolong datang. Datanglah dan jemput saya. Tolong, maukah Anda datang?" Namun, kakek Hind kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa cucunya itu akhirnya meninggal dunia akibat luka di punggung, tangan, dan kaki.

Tim paramedis Palestina sempat mengirim ambulans untuk menyelamatkan Hind dan tetap terhubung melalui telepon hingga komunikasi terputus. Malang, ambulans tersebut juga ditembaki Israel hingga menewaskan dua paramedis. Jenazah para korban baru dapat dievakuasi 12 hari kemudian setelah pasukan Israel menarik diri. Dikutip dari AFP, IDF juga mengakui pada Rabu bahwa pasukannya telah menembaki ambulans tersebut.

Sebelumnya, IDF berulang kali membantah pasukannya berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, penyelidikan yang dilakukan media dan pihak lain menemukan bukti kuat yang mengindikasikan bahwa tank-tank Israel di dekat lokasi bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Penyelidikan atas dugaan pelanggaran kriminal oleh pasukan Israel terkait pembunuhan warga Palestina jarang berujung pada vonis bersalah. Selain kasus Hind Rajab, IDF pada Rabu juga menerbitkan hasil peninjauan terhadap empat insiden terkenal lainnya di Gaza, termasuk penyelidikan kriminal atas pembunuhan 15 paramedis Palestina dan pekerja kemanusiaan di dekat Rafah pada Maret 2025.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User