Calon Pelamar Diminta Bayar Rp1,6 Juta, Polisi Bongkar Praktik Loker Palsu di Kebayoran Lama

Polisi menyelidiki dugaan lowongan kerja palsu di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang mewajibkan pelamar membayar Rp1,6 juta agar bisa keluar kantor. Dua korban telah mengadu, satu di antaranya sudah diperiksa. Perusahaan utama yang didalami berinisial Sancara dan tidak terdaftar di OSS. Kantor kini tutup sejak kasus viral.

Sep 29, 2026 - 07:34
Sep 29, 2026 - 07:34
 0
Calon Pelamar Diminta Bayar Rp1,6 Juta, Polisi Bongkar Praktik Loker Palsu di Kebayoran Lama
Calon Pelamar Diminta Bayar Rp1,6 Juta, Polisi Bongkar Praktik Loker Palsu di Kebayoran Lama

Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tengah mendalami kasus dugaan lowongan kerja palsu yang menimpa sejumlah pencari kerja. Perusahaan yang diduga terlibat mewajibkan calon pelamar menyetorkan sejumlah uang sebelum dinyatakan diterima bekerja.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima dua aduan terkait praktik tersebut. Menurut dia, perusahaan yang menjadi sorotan utama berinisial Sancara dan saat ini sedang diperiksa secara intensif. "Kan ada dua WA (aduan). Yang pertama, itu PT-nya tidak terdaftar. Nah, saat ini PT yang utamanya, yang Sancara itu, sedang kami dalami, lagi pemeriksaan," ujar Seala dalam konferensi pers di Mapolsek Kebayoran Lama, Rabu.

Seala menambahkan bahwa polisi telah berkoordinasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk menelusuri legalitas perusahaan tersebut. Ia juga memastikan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing itu berbeda dengan perkara serupa yang pernah terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dari dua korban yang melapor, baru satu orang yang telah menjalani pemeriksaan. Korban tersebut mengaku dimintai uang sebesar Rp1,6 juta. "Untuk korbannya saat ini, sejauh ini, sudah ada dua, tapi baru satu yang datang untuk diperiksa, mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta, tidak boleh keluar dari kantor tersebut," jelas Seala.

Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat mengecek lokasi yang dimaksud. Namun, kantor perusahaan tersebut diketahui sudah tidak beroperasi sejak kasus ini ramai dibicarakan. "Jadi, semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah, langsung. Saat ini, kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan, dekat," kata Seala.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap peran dan keterlibatan pihak-pihak dalam praktik loker palsu tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang meminta sejumlah uang di muka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0