Prabowo Minta BRIN Cari Terobosan Teknologi, Soroti Rumah Tahan Gempa yang Tak Ambruk di NTT

Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN mengembangkan inovasi teknologi untuk mitigasi bencana, mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire. Salah satu yang disorot adalah rumah modular tahan gempa BRIN yang tidak ambruk saat gempa M7,7 mengguncang NTT. BRIN juga diminta menyiapkan teknologi atasi karhutla dan memperkuat modifikasi cuaca bersama BMKG.

Sep 29, 2026 - 12:03
Sep 29, 2026 - 12:03
 0
Prabowo Minta BRIN Cari Terobosan Teknologi, Soroti Rumah Tahan Gempa yang Tak Ambruk di NTT
Prabowo Minta BRIN Cari Terobosan Teknologi, Soroti Rumah Tahan Gempa yang Tak Ambruk di NTT

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya terobosan teknologi dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia. Hal ini disampaikan Prabowo saat menerima sejumlah penerima Nobel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8). Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Presiden menyoroti posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik sehingga memiliki banyak titik kerentanan terhadap gempa besar maupun bencana alam lainnya.

"Presiden tadi juga menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang Ring of Fire, banyak sekali titik-titik kerentanan terhadap bencana, sehingga beliau tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia," ujar Arif di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8).

Dalam pertemuan tersebut, Arif mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menyinggung sejumlah inovasi BRIN, terutama saat gempa dahsyat mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu. Salah satu inovasi yang paling disorot adalah rumah modular tahan gempa. Tiga rumah yang dikembangkan BRIN diketahui tidak ambruk meski diguncang gempa berkekuatan M7,7 di NTT. Rumah-rumah tersebut merupakan bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa pada 2021-2022.

Arif menjelaskan bahwa saat ini BRIN terus berkoordinasi dan mencari mitra yang tepat untuk memproduksi massal rumah tahan gempa tersebut. Pasalnya, BRIN tidak diperbolehkan memproduksi secara massal. "Karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal dan sehingga kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi karena itu rumah tahan gempa ini saya kira sangat penting untuk daerah-daerah yang memang rentan terhadap gempa," ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa arahan Presiden sudah jelas, yakni BRIN diminta mencari opsi-opsi teknologi yang mampu mengatasi gempa dan bencana. "Jadi, ya arahan Bapak Presiden jelas bahwa BRIN diminta untuk mencari opsi-opsi teknologi yang bisa mengatasi gempa ini, mengatasi bencana ini," lanjutnya.

Selain soal gempa, Prabowo juga meminta BRIN menyiapkan inovasi teknologi untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama ini, Indonesia rutin melakukan modifikasi cuaca untuk mengatasi kekeringan hingga karhutla. Menurut Arif, pihaknya telah mengirimkan sebanyak 50 orang periset ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna meningkatkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca.

"Ketika BMKG berdiri divisi untuk teknologi modifikasi cuaca itu dikembangkan, maka sekitar 50 peneliti dari BRIN berpindah ke BMKG untuk memperkuat teknologi modifikasi cuaca. Nah sehingga teman-teman yang ada di BMKG terus mencermati kemudian mengembangkan untuk aplikasinya, tapi dari sisi riset materialnya dan teknologinya ya tugas kami di BRIN untuk melakukan riset," jelas Arif.

Dengan berbagai arahan tersebut, BRIN diharapkan mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya menjawab tantangan bencana di Indonesia, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi risiko gempa dan karhutla di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0