Sekolah Diliburkan Imbas Kabut Asap, Kepala BGN Ungkap Nasib Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak dibagikan ke sekolah yang beralih ke pembelajaran daring akibat kabut asap karhutla. SPPG di sejumlah wilayah sempat menyalurkan MBG sebelum informasi perubahan pembelajaran diterima, sehingga orang tua diperbolehkan mengambil jatah anak mereka. Surat edaran resmi telah dikirim ke seluruh SPPG terdampak.

Sep 29, 2026 - 12:03
Sep 29, 2026 - 12:03
 0
Sekolah Diliburkan Imbas Kabut Asap, Kepala BGN Ungkap Nasib Program MBG
Sekolah Diliburkan Imbas Kabut Asap, Kepala BGN Ungkap Nasib Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak disalurkan ke sekolah-sekolah yang mengalihkan kegiatan belajar menjadi daring akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegasan itu disampaikannya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

"Selama (karhutla) kan tidak masuk sekolah, itu tidak kami berikan MBG," ujar Sudaryono. Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan soal kelanjutan program MBG ketika sejumlah daerah memilih pembelajaran jarak jauh demi melindungi siswa dari paparan asap.

Meski demikian, Sudaryono mengakui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa wilayah terdampak sempat tetap membagikan MBG di tengah kepungan asap karhutla. Menurutnya, hal itu terjadi karena petugas baru menerima informasi perubahan pembelajaran menjadi daring setelah seluruh makanan selesai dimasak.

Kondisi tersebut membuat SPPG berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepala daerah, dan kepala sekolah untuk menentukan mekanisme pembagian. Salah satu solusi yang diambil adalah memperbolehkan orang tua siswa datang langsung mengambil jatah MBG anak mereka.

"Kemudian diambil tindakan misalnya orang tuanya ambil dan seterusnya, tapi setelah itu hari berikutnya ga ada lagi karena memang sekolahnya libur karena adanya kabut asap," kata Sudaryono. Ia menegaskan pembagian MBG tidak lagi dilakukan pada hari-hari berikutnya selama sekolah masih diliburkan.

Untuk memastikan aturan berjalan seragam, Sudaryono telah mengirimkan surat edaran resmi kepada seluruh SPPG di daerah terdampak asap karhutla. Surat itu menegaskan MBG tidak dibagikan ke sekolah yang memberlakukan pembelajaran daring.

Salah satu daerah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh adalah Pontianak, Kalimantan Barat. Kebijakan bagi murid PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan itu mulai berlaku Senin (24/8) imbas kabut asap karhutla di wilayah tersebut.

Kebijakan pembelajaran selama status siaga darurat kabut asap itu tertuang dalam surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Nomor B/400.7.15/1028/DISDIKBUD/2026 tertanggal 21 Agustus 2026. Surat tersebut ditujukan kepada kepala PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan, baik negeri maupun swasta di Kota Pontianak.

Pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kualitas udara sudah kembali membaik. Hingga kini, kelanjutan MBG di sekolah-sekolah terdampak masih menunggu kondisi udara dan kebijakan daerah masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0