21 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat, Dinas Perkim Beberkan Data Terbaru

Dinas Perkim Kota Padang memetakan kondisi infrastruktur permukiman dan menemukan 21 persen jalan lingkungan masuk kategori rusak berat, sementara 19 persen drainase juga rusak berat. Meski demikian, mayoritas jalan lingkungan berada dalam kondisi baik. Pembangunan dan pemeliharaan terus dilakukan dengan target yang meningkat pada 2026.

Sep 29, 2026 - 12:03
Sep 29, 2026 - 12:03
 0
21 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat, Dinas Perkim Beberkan Data Terbaru
21 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat, Dinas Perkim Beberkan Data Terbaru

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang telah menyelesaikan pemetaan kondisi jalan lingkungan dan saluran drainase di kawasan permukiman. Hasilnya, masih ada sejumlah infrastruktur yang memerlukan penanganan serius, terutama yang tergolong rusak berat.

Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa pemetaan ini menjadi acuan dalam menentukan prioritas pembangunan maupun pemeliharaan. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 76 persen jalan lingkungan di Kota Padang berada dalam kondisi baik. Namun, 21 persen di antaranya masuk kategori rusak berat dan 3 persen mengalami rusak ringan.

Kondisi serupa juga terlihat pada saluran drainase. Dari keseluruhan drainase yang menjadi kewenangan Perkim, sekitar 59 persen dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen rusak berat. Tri menambahkan bahwa drainase yang ditangani pihaknya umumnya adalah drainase lingkungan dengan lebar di bawah 60 sentimeter, dan penanganannya disesuaikan dengan kondisi fisik serta kebutuhan kawasan.

Menurut Tri, kebutuhan terhadap jalan dan drainase lingkungan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun biasanya membutuhkan penanganan infrastruktur dasar tersebut. "Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Untuk menjawab kebutuhan itu, Dinas Perkim melaksanakan pembangunan sekaligus pemeliharaan secara berkelanjutan. Pada 2025, target pembangunan jalan lingkungan sepanjang 14 kilometer terealisasi 15,13 kilometer. Sementara pembangunan drainase ditargetkan 2 kilometer dan terealisasi 5,505 kilometer. Untuk pemeliharaan drainase, target 0,4 kilometer terealisasi 0,55 kilometer.

Memasuki 2026, penanganan infrastruktur lingkungan kembali dilanjutkan dengan target yang lebih besar. Pembangunan jalan lingkungan ditargetkan sepanjang 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Adapun untuk drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer. "Kegiatan tahun 2026 masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer," kata Tri.

Dengan pemetaan tersebut, Dinas Perkim dapat mengarahkan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing kawasan. Infrastruktur yang mengalami kerusakan menjadi prioritas untuk ditangani melalui pembangunan maupun pemeliharaan.

Tri menegaskan bahwa penanganan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai target dan kondisi di lapangan. Tujuannya tidak lain agar infrastruktur lingkungan tetap berfungsi dan mendukung kenyamanan masyarakat di kawasan permukiman Kota Padang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0