AS Beri Sinyal Kekecewaan Jika Israel Tolak Rencana Rekonstruksi Gaza

Pemerintahan AS memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump akan sangat kecewa jika Israel menolak rencana 20 poin Board of Peace untuk rekonstruksi Gaza. Pernyataan ini muncul setelah Netanyahu mengkritik usulan pelucutan senjata Hamas. Pejabat AS menegaskan Israel diharapkan mematuhi kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya, dan mengkritik keberatan Israel terhadap keterlibatan Qatar dan Turki.

Aug 5, 2026 - 04:40
Aug 5, 2026 - 04:40
 0
AS Beri Sinyal Kekecewaan Jika Israel Tolak Rencana Rekonstruksi Gaza
AS Beri Sinyal Kekecewaan Jika Israel Tolak Rencana Rekonstruksi Gaza

Pemerintahan Amerika Serikat memberikan sinyal keras bahwa Presiden Donald Trump akan merasa sangat kecewa apabila Israel tidak mendukung rencana 20 poin yang diajukan Board of Peace (BoP) untuk rekonstruksi Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat senior AS dalam pengarahan kepada wartawan, menyusul pengumuman Trump bahwa Hamas telah menyetujui rencana pelucutan senjata yang diusulkan BoP.

Sikap tersebut muncul setelah kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan ketidakpuasan terhadap usulan BoP mengenai pelucutan senjata Hamas. Netanyahu menilai usulan itu tidak memenuhi tuntutan Israel akan demiliterisasi penuh Gaza sebagai syarat penarikan pasukan dari wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, pejabat AS menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta Israel melakukan hal di luar rencana 20 poin yang sebelumnya telah disetujui. "Kami sangat yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa," ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Times of Israel pada Jumat (31/7).

Pejabat itu menambahkan bahwa AS hanya meminta Israel tetap berpegang pada kesepakatan awal yang berhasil memulangkan sandera dan mengakhiri perang. Ia juga menyebut Gaza sebagai duri terbesar bagi Israel selama bertahun-tahun. Meski Israel menunjukkan sikap kurang menyambut, AS meyakini Tel Aviv akan tetap patuh pada keputusan Washington, terutama terkait BoP.

"Dengan berbagai persoalan lain yang sedang mereka hadapi saat ini, kami rasa mereka tidak ingin persoalan ini kembali meningkat. Kami percaya Israel akan tetap menjadi mitra yang baik dan mematuhi kesepakatan tersebut," tambah pejabat itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Israel tidak yakin BoP mampu mencapai kesepakatan dengan Hamas.

Pejabat AS tersebut juga mengkritik keberatan Israel terhadap keterlibatan Qatar dan Turki dalam Board of Peace. Menurutnya, kedua negara bersama Mesir telah menjadi mitra penting dalam menjaga gencatan senjata. "Israel memiliki dinamika politiknya sendiri yang rumit, sementara aspirasi rakyat Palestina juga penting. Namun kami berusaha mengesampingkan semua itu dan terus mendorong proses ini maju," katanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0