BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 9 Provinsi Hari Ini, Banten dan Lampung Juga Berpotensi Angin Kencang
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 25-27 Agustus 2026. Sebanyak sembilan provinsi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, sementara delapan wilayah lain berisiko angin kencang. Tidak ada wilayah berstatus Siaga maupun Awas. Fenomena El Niño sangat kuat dan IOD positif membuat sebagian besar Indonesia cenderung kering.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026. Peringatan ini berlaku dalam periode 25 hingga 27 Agustus 2026.
Menurut BMKG, sembilan provinsi berstatus Waspada karena berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Utara, dan Papua.
Selain hujan lebat, BMKG juga mencatat sejumlah daerah yang berpotensi dilanda angin kencang. Wilayah itu adalah Banten, Kalimantan Barat, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga atau berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini. Status Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem juga tidak diberlakukan untuk wilayah mana pun.
Dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 21-27 Agustus 2026, BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Niño saat ini berada pada intensitas sangat kuat. Kondisi itu diperparah oleh Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung bernilai positif, sehingga konsisten mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia dan memperkuat kecenderungan atmosfer lebih kering di sebagian besar wilayah.
"Pada Dasarian III Agustus 2026, sekitar 86,62 persen wilayah Indonesia diprediksi akan didominasi curah hujan kategori rendah," tulis BMKG dalam laporan tersebut.
Wilayah dengan curah hujan kategori rendah mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Sementara sekitar 13,38 persen wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni di sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Kendati secara umum curah hujan rendah, BMKG menegaskan potensi hujan tetap dapat terjadi dalam sepekan ke depan. MJO secara spasial masih diprakirakan aktif di sebagian besar Sumatra, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, sebagian Kalimantan, hingga Pasifik barat. Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Potensi hujan tersebut diperkuat oleh keberadaan pusat tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua, sirkulasi siklonik di Selat Makassar, serta terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat massa udara berkumpul dan terangkat sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan secara lokal, meskipun secara umum curah hujan masih diprakirakan rendah di sebagian besar wilayah Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0