Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Calon Dirjen WHO, Bersaing dengan Tiga Kandidat Lain
Empat kandidat bersaing menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Dirjen WHO, termasuk Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. Ia bersaing dengan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge dari Belgia. Budi dikenal sebagai bankir yang memimpin penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyiapkan proses pemilihan pemimpin baru untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Direktur Jenderal. Empat nama resmi masuk dalam daftar kandidat yang diusulkan sejumlah negara, dan salah satunya berasal dari Indonesia, yakni Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Selain Budi, tiga kandidat lain yang turut bersaing adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Hans Henri P. Kluge yang diajukan Belgia. Keempat nama tersebut tercatat di laman resmi WHO dan menjadi perhatian publik internasional karena akan menentukan arah kebijakan kesehatan global ke depan.
Hanan Mohammed Al-Kuwari memiliki latar belakang manajemen kesehatan dan pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Qatar pada periode 2016-2024. Ia juga mencatatkan rekam jejak sebagai Direktur Manajemen Hamad Medical Corporation (HMC), layanan rumah sakit umum utama di Qatar, dari 2007 hingga 2024. Saat ini, Hanan menjabat sebagai anggota Dewan Eksekutif WHO dan pernah menjadi ketua pada periode 2023-2024.
Sementara itu, Hanan Balkhy merupakan pakar kesehatan masyarakat sekaligus dokter spesialis anak asal Arab Saudi. Ia bukan sosok baru di WHO karena saat ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur (WHO EMRO). Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Asisten Direktur Jenderal WHO pada 2019-2024 untuk memimpin Divisi Resistensi Antimikroba (AMR) yang baru dibentuk saat itu.
Kandidat ketiga, Hans Henri P. Kluge, juga memiliki pengalaman panjang di WHO. Dokter lulusan KU Leuven, Belgia, ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO Eropa sejak 2020 dan telah mengabdi untuk WHO sejak 1999. Kariernya dimulai sebagai Manajer Proyek TB dan TB-HIV di Kantor Perwakilan WHO di Federasi Rusia, lalu berlanjut sebagai Pejabat Medis untuk TB dan Ketua Tim untuk unit HIV, TB, dan malaria di Kantor Perwakilan WHO di Myanmar pada 2004-2009. Ia juga pernah menjadi konsultan TB untuk Republik Demokratik Rakyat Korea dan Thailand.
Adapun Budi Gunadi Sadikin merupakan Menteri Kesehatan RI yang menjabat sejak era Presiden ke-7 Joko Widodo. Ia mulai mengemban amanah tersebut pada 2020, menggantikan Terawan Agus Putranto, tepat saat Indonesia menghadapi gelombang pandemi Covid-19. Berbeda dengan tiga kandidat lainnya, Budi bukan seorang dokter atau profesional kesehatan masyarakat, melainkan memiliki rekam jejak di sektor perbankan dan korporasi.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Budi pernah menduduki sejumlah jabatan strategis sebagai bankir, termasuk Direktur Utama Bank Mandiri pada 2013-2016. Setelah itu, ia memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan induk pertambangan milik negara. Pengalaman lintas sektor inilah yang menjadi salah satu nilai tawar Budi dalam bursa calon Dirjen WHO.
Dengan masuknya Budi dalam daftar kandidat, Indonesia menempatkan perwakilannya di panggung pengambilan keputusan kesehatan global. Proses pemilihan Dirjen WHO selanjutnya akan menjadi perhatian banyak negara, mengingat organisasi ini memegang peran krusial dalam menghadapi tantangan kesehatan dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0