Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar, Negara yang Bantu Iran Bakal Kena Sanksi

Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran melalui Truth Social. Ia mengancam sanksi serius bagi negara mana pun yang membantu Teheran, termasuk lembaga keuangan, bandara, dan entitas pemerintah. Langkah ini menandai eskalasi tekanan ekonomi di tengah perang yang memasuki bulan keenam tanpa jalan keluar diplomatik.

Sep 15, 2026 - 03:20
Updated: 29 days ago
0 0
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar, Negara yang Bantu Iran Bakal Kena Sanksi
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar, Negara yang Bantu Iran Bakal Kena Sanksi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperkeras tekanan terhadap Iran. Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (19/8), ia mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap suatu negara. Ancaman itu tidak hanya ditujukan kepada Teheran, tetapi juga kepada negara-negara yang dinilai membantu Iran.

"Tidak ada yang memberi Republik Islam Iran kesempatan lebih besar untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya, bagi mereka, mereka gagal mengambilnya," tulis Trump dalam unggahannya. Ia kemudian menegaskan bahwa pengumuman tersebut akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Trump, Iran saat ini sudah dalam kondisi porak poranda, baik dari sisi militer, persenjataan, maupun mata uang. Ia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang serius.

"Penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang, transfer uang tunai, rumah pertukaran, pendaftaran kapal, perusahaan fiktif - semuanya harus dihentikan SEKARANG," ujar Trump. Meski demikian, ia tidak merinci bentuk hukuman yang akan dijatuhkan kepada negara-negara yang membantu Teheran, dan juga tidak menyebut negara lain selain Iran.

Pernyataan Trump sejalan dengan sikap Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang sebelumnya menyatakan akan menjatuhkan sanksi belum pernah terjadi sebelumnya di dunia kepada negara yang membantu Iran. Kampanye tekanan ekonomi ini berlangsung saat perang memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda penyelesaian diplomatik maupun militer dalam waktu dekat.

Amerika Serikat dan Iran masih terlibat perang hingga kini, meskipun sempat ada gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk menghentikan konflik. Situasi semakin memanas setelah Trump mengumumkan kembali pemblokiran kapal-kapal Iran dan menegaskan tidak ada negosiasi yang berjalan.

Blokade AS tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang menutup Selat Hormuz. Penutupan rute strategis itu dilakukan Teheran setelah Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, menggempur habis-habisan Iran. Hingga kini, belum ada jalan keluar yang jelas dari ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User