Ahli Sebut Kemenangan Perang Modern Tak Lagi Ditentukan Kekuatan Militer, Ini Alasannya

Klaim kemenangan dalam perang modern kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump dan Menlu Iran Abbas Araghchi sama-sama menyatakan pihaknya menang. Para ahli menilai kemenangan perang tidak lagi ditentukan keunggulan militer semata, melainkan juga penyelesaian akar konflik dan pencapaian tujuan politik.

Sep 19, 2026 - 02:35
Sep 19, 2026 - 02:35
 0
Ahli Sebut Kemenangan Perang Modern Tak Lagi Ditentukan Kekuatan Militer, Ini Alasannya
Ahli Sebut Kemenangan Perang Modern Tak Lagi Ditentukan Kekuatan Militer, Ini Alasannya

Klaim kemenangan dalam perang kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sama-sama menyatakan pihaknya memenangkan konflik. Trump berulang kali mengeklaim AS menang dalam perang melawan Iran, sementara Teheran melalui Araghchi menegaskan Iran telah memenangkan perang sekaligus diplomasi. Pernyataan itu muncul setelah Trump menyerukan agar Iran menyerah untuk mengakhiri konflik dengan AS.

Perdebatan soal siapa yang sebenarnya menang pun berkembang. Analisis yang dimuat situs militairespectator.nl menilai konsep kemenangan dalam perang modern secara umum bermasalah, terutama dalam konteks konflik bersenjata saat ini. Ada sejumlah persoalan mendasar yang membuat gagasan kemenangan sulit diukur secara jelas.

Pertama, kemenangan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari tingkat taktis, strategis, hingga strategis besar, termasuk bagaimana status quo ikut terpengaruh. Kedua, sejumlah faktor menghambat pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan kemenangan, seperti tantangan merumuskan definisi yang tidak ambigu soal keadaan akhir yang diinginkan, tujuan, serta cara mengukurnya.

Perang sendiri merupakan fenomena sosial yang kompleks dan dapat digolongkan sebagai masalah rumit, kompleks, dan ambigu. Karena itu, pertanyaan tentang apa yang dimaksud kemenangan dalam perang modern kerap menghasilkan jawaban yang tidak merata dan mungkin tidak terlalu memuaskan.

Ahli strategi Angkatan Darat AS, ML Cavanaugh, yang pernah bertugas dari Irak hingga Pentagon dan dari Korea hingga Selandia Baru, memiliki pandangan lebih dalam. Menurutnya, kemenangan militer telah hilang. Pandangan itu disampaikannya melalui situs sekolah militer mwi.westpoint.edu.

Cavanaugh menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai contoh. Ia mengutip pernyataan seorang pemimpin Hizbullah, "Ini bisa berlangsung selama seratus tahun," serta analisis rekannya bahwa selama pasukan asing masih berada di sana, tidak ada pihak yang akan menang. Dengan persediaan senjata perang yang harganya relatif murah, situasi itu semakin sulit diselesaikan.

Anthony Cordesman dari Center for Strategic and International Studies sepakat dengan para kombatan di kawasan tersebut. Ia menyimpulkan, dari empat perang yang saat ini berkecamuk di Timur Tengah, AS tidak memiliki prospek kemenangan strategis di satu pun di antaranya. Senada dengan itu, cendekiawan Modern War Institute, Andrew Bacevich, menilai dengan blak-blakan bahwa jika kemenangan berarti mencapai tujuan politik yang dinyatakan, pasukan AS tidak akan menang.

Sejarah menunjukkan banyak contoh pihak yang memenangkan medan perang justru akhirnya kalah dalam perang, atau sebaliknya, pihak yang kalah berbalik menjadi pemenang. Konflik bersenjata seperti perang di Irak dan Afghanistan memperlihatkan bahwa keberhasilan strategis tidak dapat dicapai hanya dengan kekuatan militer. Kemenangan tidak cukup hanya dengan mengalahkan kemampuan militer lawan, tetapi juga membutuhkan penyelesaian yang berhasil atas masalah-masalah lebih dalam yang menjadi akar konflik.

Selain itu, karakter perang sejak berakhirnya Perang Dingin telah berubah. Perubahan teknologi dan munculnya kembali berbagai aktor non-negara yang sering menentang otoritas negara, didorong oleh politik identitas, turut mengubah cara pandang terhadap kemenangan dalam perang modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0