Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran Balas Sebut California sebagai Wilayah Baru Mereka
Presiden AS Donald Trump mengeklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika Serikat. Iran merespons dengan menyebut California sebagai wilayah baru Republik Islam Iran melalui unggahan Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India. Trump juga menegaskan blokade kapal Iran di Hormuz tetap berlaku dan tak ada negosiasi dengan Teheran.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengeklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS. Klaim itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social yang memuat peta dengan Selat Hormuz ditandai sebagai bagian dari Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Iran melancarkan sindiran tajam. Akun media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, @IraninHyderabad, me-repost unggahan akun Gedung Putih yang berisi tangkapan layar konten Trump. Konsulat Iran kemudian mengunggah peta Amerika Serikat dengan California ditandai warna biru.
"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," tulis unggahan tersebut pada Rabu (19/8). Unggahan itu mendapat 463 komentar, disukai lebih dari 15.100 akun, dan dibagikan ulang oleh 1.700 akun.
California, khususnya Los Angeles, memang dikenal sebagai rumah bagi warga keturunan Iran di luar Iran. Menurut Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies Universitas California, diperkirakan 141.000 warga AS keturunan Iran tinggal di Los Angeles County. Komunitas Iran di California Selatan berkembang pesat setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, dengan Westwood, Los Angeles, menjadi pusat kehidupan diaspora yang dikenal sebagai "Tehrangeles".
Sindiran Konsulat Jenderal Iran itu muncul setelah Trump merilis peta yang menyertakan Selat Hormuz sebagai bagian dari AS. Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan tidak ada negosiasi yang berlangsung antara AS dan Iran soal Selat Hormuz. Ia menegaskan blokade pasukan AS terhadap kapal-kapal Iran di perairan tersebut tetap berlaku sepenuhnya.
"Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau sudah disingkirkan atau diledakkan," kata Trump.
Saling balas peta itu terjadi di tengah perang AS-Iran yang terus membara meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik. Pernyataan-pernyataan tersebut juga muncul saat Iran sedang bernegosiasi dengan Oman untuk membahas pengaturan rute hingga nasib Selat Hormuz di masa depan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)