Arab Saudi Jelaskan Alasan Ikut AS dalam Serangan ke Irak

Arab Saudi mengklarifikasi bahwa keterlibatannya dalam serangan gabungan dengan AS di Irak hanya menargetkan milisi pro Iran, bukan pemerintah atau rakyat Irak. Serangan ini merupakan balasan atas serangan drone ke fasilitas minyak Saudi dan dilakukan setelah jalur diplomatik buntu. Saudi menegaskan komitmen menjaga hubungan baik dengan Irak dan menolak upaya memicu ketegangan sektarian.

Aug 3, 2026 - 08:43
Aug 3, 2026 - 08:43
 0
Arab Saudi Jelaskan Alasan Ikut AS dalam Serangan ke Irak
Arab Saudi Jelaskan Alasan Ikut AS dalam Serangan ke Irak

Arab Saudi untuk pertama kalinya mengungkapkan alasan di balik keterlibatannya dalam serangan gabungan bersama Amerika Serikat yang menargetkan milisi pro Iran di Irak, Hashed Al Shaabi, pada Rabu (29/7). Seorang pejabat senior Saudi menegaskan bahwa operasi militer tersebut murni ditujukan kepada kelompok pro Iran dan tidak menyasar pemerintah maupun rakyat Irak.

Dalam keterangan kepada Al Arabiya, pejabat tersebut menjelaskan bahwa serangan itu menyasar gudang senjata milisi yang terkait dengan serangan drone ke fasilitas minyak dan infrastruktur vital Arab Saudi. Langkah ini diambil setelah seluruh jalur diplomatik dan politik dianggap buntu, serta setelah Saudi menahan diri selama beberapa bulan terakhir.

Melansir Saudi Gazette pada Jumat (31/7), pejabat itu juga menyebut bahwa tindakan milisi yang disokong Iran itu merugikan kepentingan Irak dan merusak hubungannya dengan negara-negara Arab dan Islam. Milisi tersebut dinilai memanfaatkan wilayah serta sumber daya Irak untuk melancarkan serangan terhadap negara tetangga.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Arab Saudi berkomitmen menjaga hubungan baik dengan Irak dan rakyatnya. Operasi ini, menurutnya, hanya bertujuan memperlemah kemampuan milisi yang mengancam keamanan Kerajaan serta menyasar infrastruktur sipil dan ekonomi mereka. Ia juga menepis upaya sejumlah pihak, baik dari dalam maupun luar Irak, yang mencoba memicu ketegangan sektarian pascaserangan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Kerajaan, berkoordinasi dengan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), telah melancarkan serangan presisi terhadap target-target milisi yang didukung Iran di Irak. Serangan ini merupakan balasan atas serangan drone yang berhasil dicegat oleh pertahanan udara Saudi awal pekan ini, yang menyasar instalasi minyak di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh.

Otoritas Saudi menegaskan kembali bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi konflik, namun tetap akan membalas setiap bentuk agresi terhadap negaranya. Pernyataan ini muncul di tengah kecaman Irak atas serangan gabungan tersebut yang dilaporkan menewaskan 20 orang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0