Zhu Rongji, Eks PM China yang Dijuluki 'Jagal Koruptor', Meninggal di Usia 97

Eks PM China Zhu Rongji meninggal di usia 97 tahun. Ia dikenal sebagai reformis ekonomi yang keras. Sementara itu, Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt mengundurkan diri, dan Jepang murka atas kunjungan Putin ke pulau sengketa.

Aug 15, 2026 - 06:09
Aug 15, 2026 - 06:09
 0
Zhu Rongji, Eks PM China yang Dijuluki 'Jagal Koruptor', Meninggal di Usia 97
Zhu Rongji, Eks PM China yang Dijuluki 'Jagal Koruptor', Meninggal di Usia 97

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri China Zhu Rongji meninggal dunia pada Rabu (12/8) di Beijing dalam usia 97 tahun. Zhu dikenal sebagai tokoh kunci di balik reformasi ekonomi besar-besaran yang memodernisasi infrastruktur dan sektor industri China.

Zhu menjabat sebagai perdana menteri pada periode 1998-2003. Ia sering disebut sebagai 'Gorbachev-nya China', meskipun julukan itu tidak disukainya. Meski demikian, Zhu tetap teguh berkomitmen pada Partai Komunis dan kelanjutan kekuasaannya, dengan reformasi ekonomi yang ditujukan untuk memperkuat negara.

Di bawah kepemimpinannya, Zhu menerapkan kebijakan kontroversial dan keras untuk memperbaiki sektor milik negara yang dinilai tidak efisien. Langkah-langkahnya yang tegas membuatnya dijuluki 'jagal koruptor' karena berani memberantas praktik korupsi di tubuh pemerintahan dan BUMN.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Presiden AS Donald Trump menyampaikan melalui media sosial bahwa Leavitt akan meninggalkan tugasnya akhir bulan ini untuk fokus pada keluarga. Trump menyebut Leavitt sebagai salah satu sekretaris pers terbaik dalam sejarah kantor tersebut.

Di sisi lain, Jepang menyatakan kemarahan atas kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kepulauan Kuril, yang merupakan wilayah sengketa antara kedua negara. Jepang mengklaim empat pulau di kepulauan itu sebagai Wilayah Utara, yang direbut Uni Soviet pada akhir Perang Dunia II dan hingga kini masih diduduki Rusia.

Kunjungan Putin tersebut memicu protes dari Tokyo, yang menilai langkah itu sebagai provokasi. Ketegangan antara Jepang dan Rusia pun kembali memanas, menyusul sengketa yang telah berlangsung puluhan tahun.

Berita-berita tersebut menjadi sorotan dalam Kilas Internasional hari ini, Jumat (14/8), yang merangkum peristiwa penting di berbagai belahan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0