Rudal dan Drone Iran Hantam Pusat Data Intelijen AS di Timur Tengah, Kerugian Ditaksir Miliaran Dolar
Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan merusak pusat data serta peralatan intelijen Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah. Mengutip empat sumber anonim, NBC News menyebut kerusakan itu jauh lebih parah dari yang pernah dialami badan intelijen AS dan berpotensi menelan biaya perbaikan hingga miliaran dolar.
Serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran dilaporkan melumpuhkan sejumlah fasilitas intelijen Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Laporan media AS, NBC News, yang dikutip Anadolu Agency menyebut pusat data intelijen serta peralatan pemantauan milik Washington mengalami kerusakan parah akibat gempuran tersebut.
Menurut laporan itu, kerugian yang dialami AS diperkirakan mencapai miliaran dolar. Angka tersebut muncul dari kebutuhan perbaikan maupun penggantian sejumlah infrastruktur intelijen yang terdampak.
Informasi ini disusun berdasarkan keterangan empat sumber anonim yang mengetahui persoalan tersebut. Mereka menyatakan serangan Iran tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga peralatan pengumpulan intelijen yang dipakai CIA dan sejumlah badan intelijen AS lainnya.
Skala kerusakan yang ditimbulkan digambarkan berada di atas kerusakan yang pernah dialami badan-badan intelijen AS pada masa sebelumnya. Perbaikan atau penggantian seluruh fasilitas yang rusak pun diprediksi membutuhkan biaya besar, yakni miliaran dolar AS.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri memanas sejak AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah negara kawasan yang menjadi lokasi aset-aset Amerika Serikat.
Di tengah situasi itu, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni. Kesepakatan tersebut dimediasi Pakistan dan bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara sekaligus membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng.
Namun, proses perundingan belakangan terhenti. Kedua pihak masih berselisih soal ketentuan nota kesepahaman serta persoalan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital bagi ekspor energi global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0