XLSMART Perluas Jangkauan 5G ke 101 Kota, Capex Naik Jadi Rp20 Triliun

XLSMART memperluas jaringan 5G dari 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir 2026, didukung tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz serta kenaikan alokasi capex menjadi Rp20 triliun. Langkah ini untuk mendukung pemerataan konektivitas di tengah penetrasi internet Indonesia yang mencapai 235,26 juta jiwa.

Oct 21, 2026 - 16:01
Updated: 14 hours ago
0
XLSMART Perluas Jangkauan 5G ke 101 Kota, Capex Naik Jadi Rp20 Triliun
XLSMART Perluas Jangkauan 5G ke 101 Kota, Capex Naik Jadi Rp20 Triliun

XLSMART mempercepat perluasan jaringan 5G di Indonesia dengan menargetkan 101 kota hingga akhir 2026. Target ini naik dari sebelumnya 88 kota setelah operator hasil merger XL dan Smartfren itu memperoleh tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari lelang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juli lalu.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menyatakan integrasi dua jaringan perusahaan hampir tuntas. Menurutnya, proses tersebut berjalan beriringan dengan upaya memperluas cakupan layanan 5G ke lebih banyak wilayah.

"Kita integrasi dua network, hampir selesai. Dalam waktu yang sama kita akan luncurkan 5G dari 88 kota ke 101 kota hingga akhir tahun ini. Luas internet layanan Internet kita, dan kita ekspansi coverage," kata Shurish di Surabaya, Jawa Timur, pada awal September.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, XLSMART menaikkan panduan alokasi belanja modal atau capex menjadi Rp20 triliun pada 2026, dari sebelumnya Rp15 triliun. Investasi itu dipakai antara lain untuk integrasi jaringan, fiberisasi BTS, serta peningkatan cakupan dan kapasitas layanan.

Saat ini XLSMART mengoperasikan lebih dari 265.000 BTS yang mayoritas merupakan BTS 5G dan 4G di seluruh Indonesia. Penambahan spektrum dinilai penting karena lebar pita frekuensi berpengaruh terhadap kapasitas jaringan dalam menampung lalu lintas data, termasuk streaming video dan penggunaan banyak aplikasi secara bersamaan.

Perluasan jaringan 5G ini disebut tidak membedakan layanan XL, Smartfren, maupun Axis. Ketiganya kini berada di bawah payung XLSMART dan mengakses jaringan 5G yang telah terintegrasi. Strategi fiberisasi pada ribuan BTS di berbagai daerah juga terus dijalankan untuk meningkatkan kapasitas saluran data.

Langkah tersebut didukung komersialisasi bertahap jaringan XL Ultra 5G+ yang menawarkan latensi lebih rendah dan koneksi lebih responsif untuk kebutuhan aplikasi real-time. Keandalan layanan juga diperkuat melalui integrasi XL SATU yang menggabungkan jaringan serat optik rumah dengan jaringan seluler.

Ekspansi ini merespons kebutuhan masyarakat yang terus tumbuh. Survei Profil Internet Indonesia 2026 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Juni 2026 mencatat 235,26 juta pengguna internet, atau 81,72 persen dari total populasi 287,30 juta jiwa. Generasi Milenial menjadi kelompok pengguna terbesar dengan 90,34 persen, disusul Gen Z sebesar 89,02 persen.

Dari sisi kualitas, brand XL meraih Best Mobile Network Indonesia pada Ookla Speedtest Awards H1 2026. Direktur & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, menyebut predikat itu sebagai validasi independen atas kualitas jaringan yang setiap hari dirasakan pelanggan XL. Sementara Axis melengkapi layanan dengan fleksibilitas alokasi kuota sesuai kebutuhan, seperti gaming, streaming, atau media sosial, serta aktivasi via eSIM di aplikasi myXL dan AXISnet.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User