Drone Hantam Pasar di Abyei, 153 Nyawa Melayang dan Api Masih Berkobar

Serangan drone menghantam Pasar Amiet di wilayah sengketa Abyei, menewaskan 153 orang. Api yang masih berkobar menghambat evakuasi jenazah, sementara sekitar 8.000 warga terpaksa mengungsi. Sudan Selatan mengecam serangan dan memanggil Duta Besar Sudan, sementara PBB menyoroti rentetan serangan drone yang menambah korban tewas menjadi lebih dari 250 orang dalam beberapa hari terakhir.

Oct 21, 2026 - 20:02
Updated: 10 hours ago
0
Drone Hantam Pasar di Abyei, 153 Nyawa Melayang dan Api Masih Berkobar
Drone Hantam Pasar di Abyei, 153 Nyawa Melayang dan Api Masih Berkobar

Serangan pesawat tak berawak menghantam sebuah pasar di wilayah sengketa Abyei yang diperebutkan Sudan dan Sudan Selatan. Sedikitnya 153 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada Senin (19/10) di Pasar Amiet, kawasan kaya minyak di perbatasan kedua negara. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.

Menteri Informasi sementara Abyei, Yohana Akol Ngor, menyatakan proses evakuasi korban masih berlangsung karena kebakaran belum sepenuhnya padam. Sejumlah jenazah dilaporkan hangus terbakar. "Api masih berkobar, jadi proses evakuasi korban meninggal masih berlangsung. Situasinya mengerikan," ujar Ngor, seperti dilansir ABC News.

Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan bangunan rusak, kendaraan hangus, serta kobaran api yang masih membubung saat warga kembali memeriksa kondisi pasar. Seorang saksi mata mengaku mendengar lima ledakan besar sebelum depot bahan bakar di pasar tersebut terbakar. Ia juga melihat korban mengalami luka akibat pecahan peluru di bagian perut dan kaki.

"Di satu lokasi, saya melihat 28 mayat yang terbakar," kata saksi tersebut kepada Reuters. Identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan. Menurutnya, tidak ada anggota Pasukan Pendukung Cepat (RSF) Sudan maupun pejuang berseragam lain di pasar saat serangan terjadi. Pasar itu sendiri menjadi tempat warga membeli kebutuhan pokok seperti gula, tepung, dan biskuit.

Mengutip Reuters, tiga sumber diplomatik, seorang pekerja bantuan, dan seorang ahli konflik menyebut serangan drone menghantam depot bahan bakar yang sebelumnya digunakan RSF untuk memasok kebutuhan mereka. Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF belum memberikan komentar terkait insiden ini.

Ngor menambahkan serangan tersebut memaksa sekitar 8.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Kebakaran yang masih berlangsung turut menghambat petugas darurat mengevakuasi jenazah. Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) merawat lebih dari 20 korban luka di Rumah Sakit Ameth Bek, beberapa di antaranya mengalami luka bakar.

Pemerintah Sudan Selatan mengecam serangan itu dan memanggil Duta Besar Sudan untuk menyampaikan keberatan. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran meluasnya dampak perang saudara Sudan ke wilayah perbatasan. Sudan dilanda perang sejak April 2023 ketika Angkatan Bersenjata Sudan berperang melawan RSF. Meski Sudan Selatan menyatakan tidak memihak, para ahli menilai Abyei menjadi jalur transit penting logistik RSF.

Perserikatan Bangsa-Bangsa turut mengutuk serangan drone tersebut. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan pihaknya tetap khawatir dengan serangan drone yang terus terjadi di berbagai wilayah Sudan, terutama karena merusak infrastruktur penting dan memperburuk kondisi masyarakat. Serangan di Abyei menambah jumlah korban tewas akibat serangan drone dalam beberapa hari terakhir menjadi lebih dari 250 orang. "Kami tetap prihatin dengan serangan pesawat tak berawak yang tiada henti di seluruh Sudan, serta kerusakan yang ditimbulkannya pada infrastruktur penting," kata Dujarric.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User