Vivo V80 Lite Meluncur di Indonesia, Baterai 10.000 mAh Bisa Dipakai Isi Daya HP Lain
Vivo V80 Lite resmi rilis di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh yang bisa difungsikan sebagai powerbank lewat reverse charging. Baterai ini diklaim memecahkan rekor Guinness World Records lewat pengujian daya tahan 32 jam 37 menit, dikemas tipis berkat teknologi BlueVolt, dan dibanderol mulai Rp7,29 juta.
Vivo resmi memperkenalkan Vivo V80 Lite di Indonesia pada Selasa (20/10). Smartphone ini menjadi varian pertama dari seri V yang dibekali baterai berkapasitas 10.000 mAh di pasar Tanah Air. Head of Product Vivo dan iQOO Calvin Nobel menyebut kapasitas tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dihadirkan perusahaan untuk lini Vivo di Indonesia.
Selain berkapasitas besar, baterai Vivo V80 Lite dilengkapi kemampuan reverse charging. Teknologi ini memungkinkan ponsel difungsikan sebagai powerbank untuk mengisi daya perangkat lain. Berdasarkan skenario pengujian internal, Vivo V80 Lite diklaim mampu mengisi daya smartphone lain hingga dua kali dan perangkat TWS sampai 11 kali pengisian.
Calvin menjelaskan, baterai 10.000 mAh pada Vivo V80 Lite mendapat pengakuan Guinness World Records untuk rekor siaran langsung pengujian produk elektronik terlama. Pengujian daya tahan baterai berlangsung selama 32 jam 37 menit dengan simulasi penggunaan sehari-hari, mulai dari menonton film, bermain gim, navigasi, hingga kualitas jaringan. Tim global disebut melakukan pengujian secara terus-menerus dengan empat orang bergantian agar prosesnya tidak terputus.
Vivo V80 Lite juga mengusung teknologi BlueVolt yang memungkinkan baterai 10.000 mAh dikemas dalam bodi lebih tipis dan ringkas. Menurut Calvin, perangkat dengan ketebalan sekitar 8,58 mm hingga 8,59 mm umumnya hanya membawa baterai 7.000 mAh. Sementara Vivo V80 Lite mampu menampung baterai 10.000 mAh pada bodi setebal 8,59 mm tanpa mengorbankan kualitas layar.
Untuk daya tahan, Vivo mengklaim Vivo V80 Lite dapat bertahan hingga 15,8 jam untuk bermain gim dan 29 jam untuk menonton video. Dalam simulasi penggunaan tujuh jam, perangkat disebut masih menyisakan daya sekitar 76 persen. Vivo juga mengklaim kesehatan baterai dapat dipertahankan di atas 80 persen hingga tujuh tahun pemakaian, didukung enam lapis perlindungan baterai seperti night charging protection, overcharge protection, perlindungan panas dan overheating, serta custom charge limit.
Dari sisi spesifikasi, Vivo V80 Lite mengusung layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1.5K (2.800 x 1.260 piksel) dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 2.000 nit dalam mode High Brightness Mode. Dapur pacunya menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7300e fabrikasi 6nm, dipadukan RAM 6GB LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1 berkapasitas 128GB atau 256GB dengan fitur Extended RAM hingga 12GB.
Sektor kamera mengandalkan kamera utama 50MP, kamera sekunder 2MP, dan kamera depan wide-angle 32MP. Fitur pendukungnya mencakup AI Erase, Live Photo, dan Snapshot. Perangkat menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16 yang terintegrasi dengan Google Gemini dan Circle to Search, serta dilengkapi konektivitas 5G, NFC, Bluetooth 5.4, dual SIM, dan sensor sidik jari dalam layar.
Vivo V80 Lite tersedia dalam pilihan warna Sand Pink, Emerald Green, dan Dawn Black. Perangkat dapat dipesan melalui pre-order mulai 22 Oktober hingga 2 November 2026. Harga resminya Rp7.299.000 untuk RAM 6GB/128GB dan Rp7.999.000 untuk RAM 6GB/256GB, sedangkan harga pre-order menjadi Rp6.799.000 dan Rp7.499.000.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)