Trump Dukung Penuh Netanyahu, Vance Pilih Menjauh: Sikap Keduanya soal Iran Kini Terbuka

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance menunjukkan sikap berbeda terhadap Benjamin Netanyahu dan perang Iran. Trump terbuka mendukung Netanyahu pada pemilu 27 Oktober dan getol mengancam Iran, sementara Vance menolak ikut campur politik Israel dan skeptis terhadap intervensi militer. Trump mengakui perbedaan filosofis itu, tetapi membantah ada perselisihan di antara mereka.

Oct 21, 2026 - 20:02
Updated: 10 hours ago
0
Trump Dukung Penuh Netanyahu, Vance Pilih Menjauh: Sikap Keduanya soal Iran Kini Terbuka
Trump Dukung Penuh Netanyahu, Vance Pilih Menjauh: Sikap Keduanya soal Iran Kini Terbuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance memperlihatkan perbedaan sikap yang mencolok terkait dukungan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta kebijakan perang terhadap Iran. Perbedaan ini muncul menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.

Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Netanyahu. Dalam pernyataannya, Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang ia inginkan berada di sisinya. "Saya pikir Anda akan meraih kemenangan yang sangat besar," kata Trump, dikutip dari AFP, seraya menambahkan, "Anda adalah orang yang saya inginkan berada di sisi saya, Bibi." Bibi merupakan panggilan akrab untuk Benjamin Netanyahu.

Sikap berbeda justru ditunjukkan Vance. Ia secara tegas menolak memberikan dukungan kepada Netanyahu dan menyatakan tidak akan ikut campur dalam politik Israel. Vance memilih memusatkan perhatian pada pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Netanyahu, seperti halnya Trump, dikenal sebagai aktor sekaligus pendukung perang dengan Iran.

Perbedaan juga terlihat dalam menyikapi perang Iran yang tak kunjung usai. Trump berulang kali melontarkan ancaman akan menghancurkan Iran. Sebaliknya, Vance menempuh jalur berbeda. "Anda tidak bisa hanya menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional yang Anda hadapi dengan cara membunuh," ujar Vance, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance pada Juni lalu sebagai peringatan kepada kabinet Netanyahu agar tidak merusak hubungan dengan Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Vance menyebut Trump sebagai "satu-satunya sekutu kuat" yang masih dimiliki Israel.

Trump sendiri mengakui adanya perbedaan pandangan tersebut. Ia menyebut dirinya dan Vance "secara filosofis sedikit berbeda" dalam hal perang AS dengan Iran. Pernyataan itu muncul setelah ABC News sebelumnya melaporkan bahwa Vance secara internal menyampaikan keberatan atas serangan tersebut pada akhir bulan lalu.

Ketika ditanya dalam konferensi pers di Florida apakah ada perbedaan pendapat dengan Vance mengenai tindakan terhadap Iran, Trump menjawab tidak berpikir demikian. "Saya pikir mungkin dia kurang antusias untuk pergi berperang, tetapi dia cukup antusias. Saya merasa itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan," kata Trump, dikutip dari ABC News.

Meski mengakui perbedaan, Trump membantah adanya perselisihan antara dirinya dan Vance soal aksi militer tersebut. Menurutnya, keduanya "bergaul dengan sangat baik dalam hal ini." Penelusuran TIME menunjukkan sikap Vance yang enggan berperang sudah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Meski mendukung Trump, ia tidak menginginkan perang terjadi.

Pada awal 2023, Vance menulis opini untuk Wall Street Journal berjudul "Kebijakan Luar Negeri Terbaik Trump? Tidak Memulai Perang Apa Pun." Dalam tulisan itu, ia menyatakan dukungan terhadap kebijakan America First yang diusulkan Trump dan menyebut seluruh hidup dewasanya telah dibentuk oleh para presiden yang menyeret Amerika ke dalam perang tidak bijaksana dan gagal memenangkannya. Vance juga menegaskan keyakinannya bahwa Trump tidak akan sembarangan mengirim orang Amerika untuk berperang di luar negeri.

Bahkan di tengah negosiasi antara pejabat AS dan Iran, Vance kepada Washington Post masih menganggap dirinya sebagai "orang yang skeptis terhadap intervensi militer asing." Namun ia menekankan bahwa apa yang terjadi selanjutnya bergantung pada Iran. "Saya pikir kita semua lebih menyukai opsi diplomatik," kata Vance. "Tetapi itu benar-benar bergantung pada apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Iran."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User