GIC dan Temasek Buka Suara soal Tudingan Lutfi, Tegaskan Tak Pernah Intervensi MSCI

GIC dan Temasek membantah tudingan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bahwa mereka menekan MSCI untuk menurunkan status bursa saham Indonesia. GIC menegaskan keputusan investasinya berbasis analisis fundamental, sementara Temasek menyatakan tidak ada pihaknya yang menghubungi MSCI. Isu ini mencuat setelah MSCI mengumumkan konsultasi publik reklasifikasi Indonesia dari emerging ke standalone market yang sempat membuat IHSG anjlok 16 persen.

Oct 21, 2026 - 20:02
Updated: 10 hours ago
0
GIC dan Temasek Buka Suara soal Tudingan Lutfi, Tegaskan Tak Pernah Intervensi MSCI
GIC dan Temasek Buka Suara soal Tudingan Lutfi, Tegaskan Tak Pernah Intervensi MSCI

Dua lembaga pengelola investasi asal Singapura, GIC Private Limited dan Temasek, angkat bicara menanggapi tudingan yang dilontarkan mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi. Keduanya menegaskan tidak pernah menekan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan status bursa saham Indonesia.

Bantahan itu muncul setelah Lutfi mengunggah pernyataan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Lutfi menuding GIC dan Temasek sebagai pihak di balik skema yang sengaja menekan harga saham di Indonesia.

Juru bicara GIC membantah keras tuduhan tersebut. "Tuduhan terhadap GIC dan staf kami tidak benar," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip CNA, Rabu (21/10).

GIC menjelaskan bahwa keputusan investasi mereka tidak dipengaruhi oleh klasifikasi indeks maupun pandangan makro terhadap suatu pasar. Perusahaan menyatakan selalu berpegang pada analisis fundamental di tingkat perusahaan maupun pada aset investasi yang bersangkutan.

"Kami telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai kelas aset dan akan terus menanamkan modal di mana pun kami menemukan peluang fundamental yang baik dan terukur risikonya," kata GIC.

Sementara itu, Head of Asia Pacific Temasek Global Investments Fock Wai Hoong dalam konferensi pers menegaskan tudingan Lutfi sama sekali tidak berdasar. Ia memastikan tidak ada pihak dari Temasek, baik secara institusi maupun individu, yang menghubungi MSCI untuk memengaruhi keputusan terkait bursa saham mana pun di kawasan ini.

Dalam unggahannya, Lutfi menuduh GIC dan Temasek sengaja memicu kepanikan pasar RI agar terjadi aksi jual tajam atas saham-saham Indonesia. Ia menyebut skenario ancaman turun kelas dari MSCI sengaja ditekan supaya kedua perusahaan Singapura itu bisa memborong saham Indonesia dengan harga diskon.

Isu ini mencuat setelah MSCI pekan lalu mengumumkan peluncuran konsultasi publik terkait usulan menurunkan kelas Indeks MSCI Indonesia dari status emerging market menjadi standalone market. Pengumuman itu sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 16 persen, sebelum akhirnya sedikit pulih dan diperdagangkan di kisaran 5.300 poin, atau masih turun sekitar 9 persen dari level sebelum pengumuman MSCI.

MSCI menjelaskan, reklasifikasi menjadi standalone market dapat terjadi apabila ada kemerosotan parah dalam aksesibilitas pasar, atau pada ukuran dan likuiditas pasar. Saat ini, sejumlah negara yang bursa sahamnya menyandang status standalone antara lain Argentina, Lebanon, Ukraina, dan Jamaika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User