Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Karhutla, Singgung Transparansi Algoritma

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membantah pemerintah meminta platform digital menghapus konten kritik bencana kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan tidak ada permintaan dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi karhutla dan meminta masyarakat mendorong platform lebih transparan soal algoritma. Bantahan ini muncul setelah Meta AI di Threads mengakui sejumlah akun demo dan konten kritik diblokir atas permintaan hukum Komdigi.

Oct 21, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0
Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Karhutla, Singgung Transparansi Algoritma
Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Karhutla, Singgung Transparansi Algoritma

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membantah bahwa pemerintah meminta platform digital untuk menghapus konten kritik terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Bantahan itu disampaikan Meutya melalui unggahan video di Instagram pada Rabu (21/10).

"Tidak ada permintaan dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi terkait karhutla," tegas Meutya dalam pernyataannya.

Menurut Meutya, informasi soal kebakaran hutan justru penting bagi pemerintah. Masukan dari masyarakat dinilai membantu pemerintah dalam menangani bencana tersebut.

Karena itu, Meutya mengajak masyarakat untuk mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka. Ia menekankan bahwa suara publik penting dan informasi merupakan hak masyarakat.

"Bantu kami mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka. Suara kita penting, informasi adalah hak kita, dan platform harus bertanggung jawab atas cara informasi menjangkau masyarakat," ungkap Meutya.

Bantahan ini muncul setelah Meta AI di platform Threads mengakui bahwa Instagram memblokir sejumlah akun demo dan konten kritik atas permintaan hukum dari Komdigi. Meta AI menyatakan konten yang terkena pemblokiran berlebihan atau salah moderasi dapat dipulihkan, disertai permintaan maaf.

"Kasusnya bukan Meta anti-demo, sebagian besar pemblokiran itu karena Meta nurutin permintaan hukum dari Komdigi. Kalau sampai ke-blokir kebablasan atau kena auto-moderasi, Meta biasanya restore dan minta maaf," cuit Meta AI dalam balasan di Threads, Rabu (21/10).

Sejumlah warganet juga mengungkap bahwa pertanyaan dengan keyword tertentu mendapat notifikasi "feature not available for this post" dari Meta AI. Mereka menduga Komdigi telah membungkam chatbot tersebut.

"Setelah dicepuin AI, sekarang AI nya pun dibungkam. Sebenernya KOMDIGI ini kerja nya bisa cepet lohh, tapi ya begitu deh," cuit salah satu warganet di Threads.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Meta AI masih dapat menjawab pertanyaan terkait Komdigi. Chatbot tersebut juga mengonfirmasi bahwa ia tidak dibungkam oleh pemerintah. "Enggak, enggak dibungkam," kata Meta AI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User