Pengusaha Katering Dibegal di Jakbar, Motor dan Belanjaan Raib Dilarikan Komplotan Bersenjata Tajam
Polisi memburu komplotan begal yang menyerang pengusaha katering Syaiful Umar (39) di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Dalam aksi dini hari itu, delapan pelaku yang mengendarai empat motor memepet korban, menendangnya hingga terjatuh, dan mengancam dengan celurit serta golok. Sepeda motor Honda Beat 2024 beserta belanjaan dan dokumen penting korban dibawa kabur ke arah Taman Anggrek.
Polisi masih memburu komplotan begal yang menyerang dan merampas sepeda motor milik seorang pengusaha katering bernama Syaiful Umar (39) di kawasan Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan kini dalam proses penyelidikan.
"Benar kejadiannya (pembegalan). Sudah dibuatkan LP (laporan polisi) oleh pelapor dan sedang dalam proses penyelidikan," kata Darto. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/501/X/2026/SPKT/POLSEK KB JERUK/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA.
Menurut Darto, pihaknya masih mencari saksi serta rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. "Masih lidik. Kebetulan saksinya enggak ada dan CCTV di sekitar tidak ada," imbuhnya.
Syaiful menceritakan aksi brutal itu terjadi pada Kamis (15/10) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu ia baru pulang berbelanja dari Pasar Senen menuju kawasan RCTI di Kebon Jeruk.
Ketika melintas di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Arjuna Selatan, Syaiful tiba-tiba dipepet empat sepeda motor yang ditumpangi delapan orang. "Saat itu suasana dan kondisi di lapangan sepi, sunyi. Tidak ada yang melintas kecuali saya dan para begal itu," katanya.
Para pelaku memepet dari sisi kanan dan kiri sehingga korban mati langkah. Gerombolan begal itu pun mencabut paksa kunci kontak sepeda motor miliknya. Dalam keadaan motor mati, salah seorang pelaku menendang Syaiful hingga terjatuh ke jalan.
Syaiful mengaku sempat berusaha melawan. Namun, salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam jenis celurit ke arah tubuhnya. Ia berhasil menghindar sehingga sabetan itu tidak mengenai tubuhnya. "Baru satu kali menyabet, saya menghindar. Temannya juga sudah siap dengan golok. Ada tiga orang yang membawa senjata tajam," tuturnya.
Di tengah perlawanan tersebut, para pelaku berhasil menguasai sepeda motor Honda Beat tahun 2024 milik Syaiful dan kabur ke arah Taman Anggrek. Selain sepeda motor, barang belanjaan untuk usaha katering miliknya turut dibawa kabur. Sejumlah dokumen dan kartu penting yang disimpan di dalam jok kendaraan pun raib bersama motornya. "Dompet berisi surat-surat penting, seperti STNK, KTP, kartu ATM, dan kartu-kartu hilang," ungkapnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)