Sompo Syariah Mulai Beroperasi, Aset Asuransi Syariah RI Tembus Rp50,9 Triliun
PT Sompo Insurance Sharia resmi beroperasi sebagai perusahaan asuransi umum syariah sesuai ketentuan OJK. Anak usaha Sompo Indonesia ini hadir untuk mendorong literasi dan inklusi asuransi syariah di Indonesia, seiring pertumbuhan aset industri asuransi syariah yang mencapai Rp50,9 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 7,09 persen.
PT Sompo Insurance Sharia (Sompo Syariah) resmi mengantongi izin dan mulai beroperasi sebagai perusahaan asuransi umum syariah sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran anak usaha Sompo Indonesia ini diharapkan turut mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah di Tanah Air.
Direktur Utama Sompo Syariah Ratna Indrayani menyebut bisnis syariah ini berdiri dengan bekal pengalaman lebih dari 50 tahun induk usaha Sompo Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan dan kondisi pasar domestik menjadi keunggulan tersendiri bagi Sompo Syariah.
"Kenapa sekarang? Kami melihat perkembangan di Indonesia saat ini sebagai momentum yang tepat, dengan ekosistem yang juga terbentuk," kata Ratna dalam konferensi pers Grand Launching Sompo Syariah, Rabu (21/10).
Sebelumnya, sejak 2017 Sompo Indonesia telah menghadirkan layanan perlindungan aset berbasis syariah bagi pelanggan individu maupun korporasi. Dengan berdirinya entitas syariah tersendiri, pelanggan diharapkan memperoleh manfaat lebih sekaligus keyakinan bahwa seluruh operasional dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariah.
Sompo Syariah menyatakan fokus melayani masyarakat melalui solusi yang sejalan dengan kebutuhan modern, namun tetap berpegang pada nilai stabilitas dan kepercayaan. Ratna menegaskan pihaknya mendukung literasi dan inklusi syariah sebagai bagian dari strategi membangun bisnis, termasuk melalui kerja sama dengan sejumlah mitra.
Dari sisi industri, asuransi umum syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Mengutip data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), hingga Juni 2026 total aset industri asuransi syariah tumbuh 7,09 persen menjadi Rp50,9 triliun.
President Director Sompo Indonesia Eric Nemitz menilai pendirian Sompo Syariah memungkinkan perseroan melayani masyarakat dengan arah yang lebih jelas dan fokus yang lebih kuat. Pembentukan entitas syariah ini disebut semakin memperkuat kapasitas Sompo Indonesia dalam menghadirkan perlindungan sesuai prinsip syariah, sekaligus responsif terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
"Langkah ini mencerminkan komitmen jangka panjang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia serta memperkuat kepercayaan yang telah menjadi fondasi perjalanan Sompo Indonesia selama bertahun-tahun," ungkap Eric.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Sompo Syariah Achmad Riawan Amin optimistis kehadiran anak usaha ini bisa menjadi model bisnis syariah berskala global. Menurutnya, tren industri syariah terus berkembang dan pengalaman Sompo Grup yang melampaui 130 tahun menjadi nilai tambah untuk melirik pasar syariah global.
"Untuk jadi model enggak perlu ada di tempat itu, kita bisa di mana saja. Kenapa optimis? karena ada aura, aroma (pasar) Tokyo yang ingin masuk pasar syariah, dan kita lihat Indonesia bisa jadi batu lompatan," ujar Riawan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)