Tragedi di USS Lincoln: 7 Personel AS Tewas Usai Bentrok, WNI Juga Jadi Korban di Yaman

Tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln akibat penugasan berkepanjangan. Sementara itu, satu WNI ABK dikabarkan tewas dalam serangan Houthi di Yaman, dan Kemlu RI masih memverifikasi kabar tersebut. Presiden Trump juga mengaku sempat berganti pesawat karena ancaman Iran.

Aug 20, 2026 - 01:10
Aug 20, 2026 - 01:10
 0
Tragedi di USS Lincoln: 7 Personel AS Tewas Usai Bentrok, WNI Juga Jadi Korban di Yaman
Tragedi di USS Lincoln: 7 Personel AS Tewas Usai Bentrok, WNI Juga Jadi Korban di Yaman

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah tragedi menimpa Angkatan Laut Amerika Serikat. Tujuh personel dilaporkan tewas setelah terlibat perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden ini disebut dipicu oleh kelelahan akibat penugasan yang berlangsung berbulan-bulan tanpa istirahat di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, bentrokan terjadi di tengah keresahan awak kapal mengenai nasib mereka. Ketegangan memuncak ketika Brad Cooper, penasihat kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), naik ke kapal untuk menanggapi keluhan para kru. Protes dari keluarga awak atas pengerahan yang berkepanjangan ikut memicu suasana.

Konfrontasi yang awalnya berupa adu mulut kemudian meningkat menjadi perkelahian fisik. Pisau dan senjata tajam lainnya terlibat dalam insiden tersebut. Akibatnya, tujuh personel tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah situasi tersebut, kabar duka juga datang dari Yaman. Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) dikabarkan tewas dalam serangan drone kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandab pada Selasa (11/8). Kapal MV Tihamah yang ditumpanginya sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, membenarkan adanya tiga WNI di dalam kapal tersebut. Dua di antaranya mengalami luka-luka, sementara kabar satu ABK yang meninggal dunia masih dalam proses verifikasi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa dirinya diam-diam berganti pesawat saat hendak pulang dari KTT NATO di Turki bulan lalu. Langkah ini diambil atas arahan Dinas Rahasia AS (Secret Service) menyusul adanya ancaman pembunuhan dari Iran.

Trump mengaku kepada wartawan pada Selasa (11/8) bahwa meski telah berganti pesawat demi keamanan, pesawat yang digunakannya tetap lebih rentan dibandingkan Air Force One. Perpindahan pesawat dilakukan melalui truk katering dalam sebuah operasi pengelabuan yang tidak biasa, setelah Washington dan Teheran terlibat konflik sengit.

Berbagai peristiwa ini menjadi sorotan dalam Kilas Internasional hari ini, Kamis (13/8), menggambarkan dinamika keamanan global yang kompleks, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga ancaman terhadap pemimpin dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0