Keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman Meluas, 123 Siswa Jalani Perawatan Intensif di Dua RS
Jumlah siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak menjadi 123 orang pada Senin malam. Seluruh korban dievakuasi dan dirawat intensif di RSUD dr. Sadikin (58 siswa) dan RSUD Pariaman (65 siswa). Dinas Kesehatan terus memantau dan menguji sampel makanan untuk memastikan penyebab insiden.
Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 Kota Pariaman terus berkembang. Hingga Senin (14/9/2026) malam, jumlah siswa yang menjadi korban tercatat mencapai 123 orang, naik signifikan dari laporan sebelumnya.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman menyebutkan seluruh korban telah dievakuasi dan menjalani perawatan medis intensif di dua rumah sakit daerah. Sebanyak 58 siswa dirawat di RSUD dr. Sadikin, sementara 65 siswa lainnya ditangani di RSUD Pariaman (M. Yamin).
"Untuk data sampai malam ini berjumlah 123 siswa, data ini bisa berubah seiring dengan kondisi yang terjadi di masyarakat. Kita terus monitoring dan pemantauan," ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudi Rapenaldi Rilis, Senin malam.
Sebelumnya, pada siang hari, Rudi menyampaikan bahwa angka korban baru terdata sebanyak 83 siswa. Jumlah itu terus bertambah seiring penyisiran dan penanganan yang dilakukan tim medis. "Sejauh ini laporan yang kami terima mencakup siswa. Kami masih terus melakukan penelusuran dan pemantauan terkait kejadian ini," ujarnya.
Peristiwa ini bermula ketika suasana di MTsN 1 Pariaman, kawasan Pauh, mendadak panik seusai para siswa mengonsumsi paket santapan MBG. Sejumlah murid secara beruntun mengeluhkan mual, pusing, dan pingsan, sehingga harus dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD).
Eki Rafki, seorang warga di lokasi kejadian, membenarkan bahwa gejala keracunan massal tersebut muncul tidak lama setelah siswa menyelesaikan makan siang.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban masih dalam penanganan medis ketat di RSUD dr. Sadikin dan RSUD Pariaman. Pihak berwenang bersama Dinas Kesehatan terus berupaya mengonfirmasi kronologi pasti serta menguji sampel makanan untuk memastikan penyebab utama insiden ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0