Petani Aur Malintang Dilatih Olah Daun Kaliandra Jadi Pakan Ternak dan Ikan, Dapat Mesin Pencacah hingga Pembuat Pelet

Petani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Padang Pariaman, mengikuti pelatihan pengolahan daun kaliandra menjadi pakan ternak dan ikan. Mereka mendapat materi dari PPNP serta bantuan satu mesin pencacah, satu mesin pembuat pelet, dan 10 stup madu galo-galo dari PT Semen Padang melalui program TJSL.

Oct 4, 2026 - 04:02
Oct 4, 2026 - 04:02
 0
Petani Aur Malintang Dilatih Olah Daun Kaliandra Jadi Pakan Ternak dan Ikan, Dapat Mesin Pencacah hingga Pembuat Pelet
Petani Aur Malintang Dilatih Olah Daun Kaliandra Jadi Pakan Ternak dan Ikan, Dapat Mesin Pencacah hingga Pembuat Pelet

Kelompok tani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mulai melirik daun kaliandra sebagai bahan baku pakan ternak dan pakan ikan. Selama ini kaliandra lebih dikenal sebagai tanaman hijauan dan bahan energi terbarukan. Pelatihan pengolahan pakan berlangsung di Amal Plaza pada 10-11 September 2026.

Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Prof. Ramaiyulis menjelaskan, daun kaliandra berpotensi menjadi bahan pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan kerbau. Namun, pemanfaatannya harus melalui pengolahan dan formulasi yang tepat. "Potensi kaliandra ini bisa untuk membuat produk makanan ternak, terutama sapi dan kambing," ujarnya saat memberi materi.

Salah satu bentuk pengolahan yang diperkenalkan adalah silase. Daun kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan hijauan lain seperti batang jagung, rumput gajah, atau jerami padi. Dalam praktik pembuatan silase, peserta mempelajari komposisi sekitar 70 persen batang jagung dan 30 persen daun kaliandra, lalu ditambah dedak dan difermentasi dalam wadah selama kurang lebih satu minggu. "Batang jagung menjadi bahan utama, sedangkan kaliandra berperan sebagai sumber nutrisi tambahan," jelas Ramaiyulis.

Selain silase, peserta juga dilatih membuat pakan ternak berbentuk pelet. Kaliandra tidak digunakan sebagai bahan tunggal, melainkan dikombinasikan dengan bahan lain sesuai kebutuhan nutrisi ternak. Materi ini memberi pengetahuan baru bahwa tanaman di sekitar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Dosen PPNP Auzia Asman memperkenalkan pemanfaatan tepung kaliandra untuk pakan ikan. Tepung kaliandra dapat dicampur dengan tepung ikan, tepung jagung, tepung tapioka, minyak ikan, vitamin, dan mineral. Formulasi disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pakan. Peserta lalu mempraktikkan pengolahan bahan menjadi pelet.

Kelompok tani juga menerima dukungan sarana berupa satu unit mesin pencacah, satu unit mesin pembuat pelet, dan 10 unit stup madu galo-galo. Manajer Koperasi Amal Sejahtera Mandiri Purdiman Pirang mengapresiasi bantuan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat sehingga dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Perwakilan Camat IV Koto Aur Malintang, Sumardi, menilai pelatihan ini memberi kesempatan masyarakat melihat potensi lingkungan dari perspektif berbeda, terutama untuk pengembangan ekonomi. Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menyatakan, kegiatan ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat. "Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat agar potensi kaliandra yang ada dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi," ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti PPNP penting agar masyarakat mendapat pengetahuan aplikatif. Keberlanjutan program bergantung pada kemampuan masyarakat memanfaatkan pengetahuan dan sarana yang tersedia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0